PB Akuatik Indonesia Optimalkan Media Sosial dan AI untuk Kembangkan Atlet
Radar News - Platform Media Sosial dan Siaran Langsung
PB Akuatik Indonesia kini semakin giat dalam memanfaatkan berbagai platform media sosial. Mereka aktif di Instagram, TikTok, dan YouTube, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak anak muda untuk mencintai olahraga akuatik.
"Jadi, kita akan gaungkan lewat sosial media. Jadi, program-program Akuatik Indonesia kemudian program-program seperti ayo berenang, dan satu lagi mungkin yang saya garis bawahi untuk 2026 ini, kami akan menggiatkan podcast," tegas Zoraya.
Selain itu, pada 2025, mereka telah meluncurkan enam podcast dengan beragam tema yang berfokus pada lima cabang olahraga akuatik di Indonesia. Pada masa mendatang, PB Akuatik Indonesia berencana untuk menyiarkan event-event mereka secara langsung melalui live streaming.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia untuk menyaksikan dan mendukung acara tersebut. Dengan demikian, diharapkan minat terhadap olahraga akuatik akan semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
Semua upaya ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan dan dampak positif olahraga akuatik di Tanah Air.
Basis Data Renang Indonesia
PB AI tidak hanya bergantung pada media sosial, tetapi juga memanfaatkan teknologi modern. Saat ini, mereka telah berhasil mengumpulkan database atlet Indonesia yang cukup signifikan. Proses pengumpulan data ini menunjukkan hasil yang positif dengan total 33.000 atlet renang yang terdaftar.
"Kami telah membangun sistem ini sejak tiga tahun lalu untuk penguatan sisi database di Akuatik Indonesia, mulai dari era PRSI hingga menjadi PB Akuatik Indonesia," ungkap Tri Pujiyono selaku Wakil Ketua Bidang Database dan IT.
"Data atlet renang dari seluruh provinsi kami kumpulkan dan diintegrasikan ke dalam satu sistem database. Melalui aplikasi e-aquatic, kami bisa melihat peringkat atlet hanya dalam hitungan detik, sekaligus memantau berbagai capaian prestasi mereka," lanjutnya.
Tri menambahkan, ke depan sistem tersebut akan dikembangkan dengan teknologi AI melalui platform bernama AMI (Aquatic Mobile Intelligence). Platform itu dirancang untuk mendukung peningkatan prestasi atlet sekaligus membantu para pengurus, baik di daerah maupun di pusat.
AMI juga bisa untuk memantau perkembangan serta menentukan pengiriman atlet ke berbagai ajang pertandingan. Ia berharap inovasi tersebut dapat membantu seluruh insan renang dan akuatik Indonesia mengikuti perkembangan olahraga akuatik di Tanah Air.




