Pemkot Jayapura Fasilitasi Produk UMKM OAP Masuk Ritel Modern
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Salah satunya, dengan mendorong produk lokal UMKM OAP masuk ritel modern.
Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi atau Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar mengatakan kehadiran ritel modern untuk memasarkan oleh-oleh khas daerah seperti Amanda harus menjadi peluang bagi produk lokal untuk naik kelas.
Menurutnya, penyediaan ruang (space) khusus bagi UMKM lokal di gerai ritel modern merupakan instruksi langsung yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota serta Wakil Wali Kota Jayapura.
”Kami berharap ada ruang khusus bagi UMKM lokal di gerai-gerai tersebut. Meski saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) spesifik yang mengikat, komitmen ini sudah dijalankan melalui proses perizinan,” ujar Alberto Itaar kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan langkah persuasif melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Secara lisan, penyediaan ruang untuk produk lokal kini ditekankan sebagai salah satu syarat bagi pengusaha yang ingin mengurus atau memperpanjang izin usaha di Kota Jayapura.
Langkah ini diambil agar pelaku usaha ritel besar juga dapat berkontribusi pada ekosistem ekonomi lokal.
Terkait potensi produk, ditambahkan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan UKM Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Ursula Hamadi, olahan sagu dan ikan asar masih menjadi primadona yang paling siap bersaing di pasar modern.
”Produk yang paling menonjol saat ini adalah olahan sagu dan ikan asar. Dalam pengembangannya, kami tidak bekerja sendiri. Ada kolaborasi lintas dinas, misalnya untuk ikan asar, pembinaannya dilakukan bersama dinas lainnya,” ucapnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku ritel, dan UMKM, diharapkan produk-produk lokal unggulan Jayapura tidak lagi hanya ditemui di pasar tradisional, tetapi juga mampu menghiasi etalase gerai-gerai modern di seluruh pelosok kota. (*)




