Pemkot Malang Siapkan Tim Kesehatan untuk Pantau Kesehatan Petugas Pilkada
MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah proaktif untuk memastikan kesehatan petugas pemungutan suara selama pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Malang. Tim kesehatan khusus akan dikerahkan untuk memantau kondisi kesehatan petugas di setiap lima tempat pemungutan suara (TPS).
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyatakan, "Kami harap perangkat kecamatan, kelurahan, hingga panitia mengecek kondisi timnya. Jika ada kendala kesehatan, bisa melapor ke tim mobile."
Selain menyiagakan tim kesehatan, Pemkot Malang juga telah membagikan 6.000 paket vitamin kepada penyelenggara Pilkada. Paket vitamin tersebut mencakup vitamin B, zat besi, dan penambah stamina. Iwan menekankan pentingnya menjaga cairan tubuh selama pemungutan suara, mengingat dehidrasi dan kelelahan dapat menyebabkan pingsan dan gejala kesehatan lainnya.
Terkait dengan pemantauan logistik Pilkada, Iwan memastikan bahwa kondisi logistik aman. Pengiriman logistik telah dimaksimalkan pada H-1 sebelum pemungutan suara, sehingga proses pemungutan suara diharapkan dapat berjalan lancar. "Dari kelurahan ke TPS akan dikirim sore hari. Kami melihat tadi logistik dalam keadaan tersegel," ujar Iwan.
Selain itu, Iwan juga memantau harga sejumlah bahan pokok di pasar. Sesuai instruksi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah diminta untuk memberikan perhatian khusus terhadap beberapa komoditas seperti cabai, tomat, dan bawang merah. "Dari pantauan pasar dan distributor, harga cenderung aman dan stoknya masih ada untuk beberapa bulan ke depan," tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan bahwa tim kesehatan akan tetap siaga hingga penghitungan suara selesai di TPS. Pada malam hari, tim kesehatan akan bergeser ke kelurahan. "Kami memberi rekomendasi untuk petugas supaya istirahat setiap enam jam, dengan minimal istirahat selama 20 sampai 30 menit," tuturnya.




