Pengembangan Urban Kaltim: Sinergi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Radar News - Samarinda (ANTARA) - PT Indonesian Paradise Property Tbk mengajak semau pemangku kepentingan untuk bersinergi mempertajam edukasi publik mengenai arah pengembangan kota dan masyarakat secara konstruktif.
"Kami berfokus pada pembangunan masyarakat dan kota melalui penyebaran informasi yang tepat, karena pembangunan sejati bertumpu pada sumber daya manusia, bukan sekadar kekayaan alam," ujar CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk Anthony Prabowo Susilo dalam kunjungannya ke Kantor LKBN ANTARA Biro Kalimantan Timur, di Samarinda, Rabu.
Pascapandemi COVID-19, Anthony menjelaskan muncul tren penghindaran interaksi sosial berlebih sehingga menuntut penyesuaian tata ruang publik pada masa depan.
Penyesuaian tata ruang publik tersebut di Kalimantan Timur, menurutnya, akan semakin menjadi tantangan karena Kaltim adalah tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Perusahaan yang membawahi sejumlah jenama seperti Plaza Indonesia, fX Sudirman, hingga hotel Sheraton Kuta Bali dan Grand Hyatt Jakarta itu mengakui masih melihat potensi kawasan penyangga IKN seperti Balikpapan dan Samarinda.
"Kami sudah melihat potensi di Kaltim sejak sebelas tahun lalu, hanya saja pengembangan portofolio kami sempat terhenti saat pandemi COVID-19," ujarnya.
Anthony mengatakan target pasarnya tidak hanya berfokus pada Kota Balikpapan ataupun IKN, karena investor properti juga bisa berasal dari kawasan lain seperti Samarinda, bahkan Banjarmasin dan Sulawesi Selatan.
"Kami telah mengakuisisi lokasi strategis yang berada persis di seberang Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Kami menilai sudah saatnya kami masuk selepas penyerapan pasar ritel oleh pemain lain," ujarnya yang menyinggung segmen sasarannya adalah kelompok menengah-atas.
Di Balikpapan, Indonesia Paradise fokus pada pengembangan kawasan ritel dengan densitas rendah yang berbeda dengan properti mix-used besar seperti Plaza Indonesia.
"Fase pertama dari proyek komersial kami di Balikpapan seluas tiga hektare. Kawasan itu akan direalisasikan melalui tiga tahapan pengembangan. Dua tahapan awal fokus pada pendirian 80 unit rumah-toko berserta satu fasilitas perhotelan modern," ujarnya.
Sementara terkait tren hunian terintegrasi transportasi massal (Transit-Oriented Development/TOD) di Jabodetabek, Anthony mengatakan konsep tersebut berpotensi hadir di Kaltim seiring pengembangan infrastruktur pendukung IKN.
Kepala Biro ANTARA Kalimantan Timur Imam Santoso menyambut kehadiran portofolio Indonesia Paradise di Kaltim karena akan merangsang pertumbuhan industri properti pendukung IKN.
"Kami dari lembaga kantor berita memandang perlu mengetahui sudut pandang pelaku usaha dari berbagai sektor, terutama dengan kehadiran manajemen Indonesia Paradise, tentu dari sudut pandang sektor properti di Kalimantan Timur," katanya.
Imam mengharapkan kolaborasi dengan para pelaku industri dengan Kantor Berita ANTARA dapat terus berjalan demi pembangunan Kalimantan Timur yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, melainkan juga sumber daya manusia.




