Relokasi UMKM ke Eks Bandara Selaparang untuk Penataan Kawasan di Mataram
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merelokasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di sepanjang trotoar Jalan Adisucipto ke dalam eks Bandara Selaparang selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang di Mataram, Kamis, mengatakan, langkah itu diambil sebagai solusi atas kondisi trotoar yang dinilai kurang tertata dan kumuh, yang dikhawatirkan dapat menghambat minat investasi di kawasan tersebut.
"Para pedagang akan direlokasi ke dalam area eks Bandara Selaparang untuk mengikuti kegiatan Bazar Ramadhan," katanya.
Kegiatan realokasi itu, katanya, sesuai dengan kesepakatan strategis yang telah dijalin Pemerintah Kota Mataram dengan PT Angkasa Pura I untuk melakukan penataan terhadap para pelaku UMKM yang selama ini berjualan di sepanjang trotoar Jalan Adisucipto, Rembiga atau depan eks Bandara Selaparang.
Pihak Angkasa Pura mengatakan, trotoar bukanlah area peruntukan parkir maupun berjualan, sehingga pemindahan diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan representatif.
Dikatakan, kolaborasi penataan pedagang kaki lima (PKL) itu merupakan titik temu untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM lokal.
Program ini tidak hanya bersifat sementara selama Ramadhan, namun dirancang sebagai kerja sama jangka panjang dalam bentuk revitalisasi kawasan UMKM.
"Ini bagian langkah awal. Ke depan, Angkasa Pura akan melakukan desain ulang kawasan agar lebih representatif," katanya.
Selain relokasi, tambah Martawang, akan dilakukan proses pendataan dan kurasi yang ketat terhadap para pedagang.
Beberapa poin utama dalam kerja sama meliputi, akurasi dan validasi pelaku UMKM sehingga hanya UMKM yang menunjukkan peningkatan kapasitas yang akan dipertahankan sebagai mitra.
Para pelaku UMKM juga akan diberikan pembinaan dan pelatihan agar produk dan layanan UMKM memenuhi standar yang lebih baik.
Melali Dinas Perdagangan Kota Mataram akan bertindak sebagai penghubung pemerintah, sementara Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) akan mengelola teknis operasional, termasuk penyediaan listrik dan fasilitas lainnya.
Melalui kerja sama itu, katanya, target besar dari relokasi pedagang Jalan Adisucipto itu adalah menjadikan eks Bandara Selaparang sebagai pusat UMKM yang tertata secara komersial dan profesional.




