Tantangan Pendidikan di Manggarai: Guru Panggul Murid untuk Akses Internet
RUTENG - Pandemi COVID-19 telah mengubah cara pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Anak-anak diharuskan untuk mengikuti pembelajaran secara daring, namun tidak semua daerah memiliki akses yang memadai terhadap jaringan internet. Salah satu contoh nyata permasalahan ini terjadi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang guru harus memanggul muridnya untuk mendapatkan sinyal internet.
Unggahan di media sosial menunjukkan sebuah foto di mana seorang anak sedang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dalam foto lain, guru tersebut tampak berjuang untuk mendapatkan sinyal dengan memanjat di pojokan sekolah saat mengisi survei lingkungan belajar.
Kepala Sekolah Dasar (SD) Langgo, Benyamin Barut, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut memang benar terjadi. Menurutnya, kesulitan akses sinyal di sekolah mereka sangat menghambat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. "Itu benar adanya, karena sinyal di sekolah kami ini sangat susah," ujarnya melalui sambungan telepon.
Barut mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di daerahnya. "Semoga dengan viralnya peristiwa ini, pemerintah bisa membuka mata demi mencerdaskan anak bangsa," tambahnya.
Unggahan tersebut mendapatkan perhatian luas dari warganet, dengan banyak komentar yang menunjukkan dukungan dan penghargaan kepada para guru yang berjuang di tengah keterbatasan. Beberapa netizen mengekspresikan rasa hormat kepada dedikasi para guru, sementara yang lain memberikan semangat kepada anak-anak yang sedang belajar.
Keberanian dan dedikasi para guru di daerah terpencil seperti NTT menjadi sorotan, dan menunjukkan pentingnya perhatian pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua anak di Indonesia.




