Tokoh Adat Lumo Serukan Penolakan Kekerasan untuk Stabilitas Keamanan di Puncak Jaya
Radar News - PUNCAK JAYA, Seputarpapua.com | Kepala Suku Distrik Lumo, Minangen Wonda menolak kekerasan dan mengajak untuk semua menjaga stabilitas keamanan. Pernyataan Minangan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 20 Februari 2026 di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk dukungan tokoh adat terhadap perlindungan masyarakat sipil, serta terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah setempat.
Selain itu, sosialisasi ini juga mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat adat terhadap pentingnya stabilitas keamanan, sebagai prasyarat utama keberlangsungan pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi.
Minangen Wonda mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Papua. Hal ini sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat di daerah.
“Pemerintah sudah perhatikan kita, karenanya saya menolak segala bentuk kekerasan, khususnya yang menyasar tenaga kesehatan, guru, dan masyarakat sipil” ujarnya.
Minangen Wonda juga menyatakan dukungan penuh kepada aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar Kabupaten Puncak Jaya tetap aman, serta kondusif bagi aktivitas sosial dan pelayanan publik.
“Saya mendukung penuh terhadap upaya menjaga keamanan di daerah ini tetap kondusif,” ujarnya. (adv)




