UMKM Tahu Bintang: Dari Dapur Sederhana Menjadi Peluang Ekonomi
Sumber Foto: RRI.co.id
Ekonomi

UMKM Tahu Bintang: Dari Dapur Sederhana Menjadi Peluang Ekonomi

RRI.CO.ID,Kupang - Di tengah semangat geliat UMKM, nama Ibu Narti dari UMKM Tahu Bintang semakin dikenal masyarakat. Baginya, setiap kesempatan mengikuti kegiatan UMKM adalah ruang untuk berkembang. “Senang sih ya, pokoknya sering ada kegiatan di sini. Jadi UMKM bisa maju, bisa pasarkan produk lebih banyak,” ujarnya penuh semangat.

Berangkat dari dapur sederhana, Ibu Narti menghadirkan aneka tahu dengan variasi yang tak biasa. Jika kebanyakan hanya menjual tahu putih, di tangannya tahu menjelma menjadi puluhan kreasi. “Orang bilang seribu satu macam tahu, mau tahu apa saja di saya ada,” katanya sambil tersenyum.

Produk andalannya antara lain tahu susu, tahu Sumedang, tahu kuning, tahu ketiri, hingga tahu bakso dengan beragam isian bakso ayam, bakso sapi, dari original hingga pedas. Semua diproduksi sendiri. Bahkan untuk tahu isi, ia menghadirkannya dalam bentuk frozen (beku, red) agar pelanggan dari luar kota bisa menggorengnya sendiri dalam keadaan hangat dan renyah.

Usaha ini sebenarnya sudah dirintis Ibu Narti cukup lama. Namun, ia aktif mengikuti kegiatan UMKM baru sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Sejak rutin hadir di berbagai event dan Car Free Day (CFD), produknya semakin dikenal luas. “Laku nggak laku nomor sekian. Yang penting memperkenalkan produk dulu,” tuturnya. Meski begitu, omzet di CFD bisa mencapai lima hingga delapan juta rupiah saat ramai.

Di balik keberhasilannya, ada sekitar 30 karyawan yang turut diberdayakan. Produksi dilakukan secara mandiri, mulai dari pengolahan tahu putih hingga menjadi berbagai varian olahan. Bahan dasarnya sama, namun teknik pengolahannya berbeda sehingga melahirkan cita rasa dan tekstur yang beragam.

Tantangan terbesar datang dari fluktuasi harga kedelai sebagai bahan baku utama. Ketika harga naik, ia harus menyesuaikan harga jual dengan hati-hati agar tetap bersaing. “Yang penting bisa untuk gajian anak-anak,” ujarnya, merujuk pada para karyawan yang menggantungkan penghidupan pada usaha tersebut.

Selain tahu bakso, UMKM Tahu Bintang juga memproduksi kerupuk tahu. Meski skala usaha tergolong kecil, dampaknya besar bagi lingkungan sekitar. Ibu Narti berharap kegiatan UMKM semakin sering digelar agar pelaku usaha kecil memiliki ruang promosi yang berkelanjutan.

Bagi Ibu Narti, kesempatan yang diberikan sudah lebih dari cukup. Ia percaya, selama terus hadir, memperkenalkan produk, dan menjaga kualitas, tahu buatannya akan terus bersinar, menguatkan ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja bagi sesama.