Aksi Sabotase Kabel Sinyal Kereta Api di Batangkuis Mengancam Keselamatan Perjalanan
Sumber Foto: rmolsumut.id
Sinyal Peristiwa

Aksi Sabotase Kabel Sinyal Kereta Api di Batangkuis Mengancam Keselamatan Perjalanan

Perjalanan kereta api di kawasan Stasiun Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, terancam akibat aksi sabotase. Pada Selasa, 11 November 2025, sekitar pukul 14.35 WIB, kabel sinyal di jalur rel ditemukan dalam keadaan terpotong. Insiden ini memicu reaksi cepat dari pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara.

Manajer Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, menyatakan bahwa setelah kejadian terdeteksi, tim keamanan langsung melakukan penyisiran untuk mencari pelaku perusakan fasilitas vital negara ini. "Kami juga berkoordinasi dengan aparat setempat agar pelaku segera tertangkap," ujarnya pada Rabu, 12 November 2025.

Kabel sinyal yang dipotong merupakan bagian penting dari sistem komunikasi perjalanan kereta. Gangguan terhadap kabel ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan, karena sinyal berfungsi untuk mengatur jarak dan pergerakan antar kereta. Beruntung, KAI Sumut telah mengaktifkan sistem sinyal darurat, sehingga perjalanan kereta tetap berlangsung aman.

As’ad menegaskan bahwa tindakan merusak fasilitas perkeretaapian adalah tindak pidana berat, dengan ancaman hukuman penjara antara 15 hingga 20 tahun, bahkan seumur hidup jika mengakibatkan korban jiwa. "Ini adalah perbuatan yang membahayakan nyawa banyak orang. Kami tidak akan mentolerir dan akan mengambil langkah hukum terhadap siapapun yang terbukti melakukan aksi ini," tegasnya.

Insiden di Batangkuis menambah panjang daftar perusakan sarana kereta di wilayah Sumut. Sepanjang tahun 2025, tercatat 22 kasus vandalisme, di mana empat di antaranya berhasil diungkap, sementara 18 kasus lainnya masih dalam penyelidikan.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, KAI memperketat pengamanan dengan meningkatkan patroli bersama TNI-Polri, memasang CCTV di titik-titik rawan, serta menggelar sosialisasi keselamatan di lingkungan masyarakat dan sekolah-sekolah dekat jalur rel. "Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas negara ini. Jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rel, segera laporkan. Keselamatan perjalanan kereta adalah tanggung jawab bersama," pungkas As’ad.