Penurunan Saham Alphabet Terkait Penundaan Gemini dan Perintah Uni Eropa
Internasional

Penurunan Saham Alphabet Terkait Penundaan Gemini dan Perintah Uni Eropa

Radar News - Saham Alphabet mengalami penurunan lebih dari 4% setelah Uni Eropa memerintahkan Google untuk membuka data Search dan Android bagi para pesaingnya, di tengah kekhawatiran mengenai penundaan peluncuran model AI Gemini 3.5 Pro.

Awal Kejadian

Pada hari Kamis, saham Alphabet diperdagangkan di kisaran US$353, turun dari lebih dari US$370 beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini mengikuti dukungan publik Warren Buffett terhadap saham tersebut, yang kini terhapus hampir seluruhnya.

Perkembangan

Alphabet dilaporkan mengalami penundaan dalam peluncuran Gemini 3.5 Pro. CEO Sundar Pichai sebelumnya memberikan sinyal bahwa rilis akan terjadi pada bulan Juni, namun para engineer masih mengerjakan peningkatan performa kode. Beberapa peneliti kini khawatir bahwa model pesaing telah mengungguli Gemini di tolok ukur enterprise.

Penundaan ini terjadi saat Alphabet merencanakan belanja modal antara US$180 miliar hingga US$190 miliar tahun ini, yang memaksa perusahaan membalikkan strategi buyback saham. Selain itu, Alphabet sedang melakukan penggalangan modal sebesar US$80 miliar dengan dukungan dari Berkshire Hathaway. Wall Street memperkirakan laba per saham kuartal kedua Alphabet sekitar US$2,86, dengan pertumbuhan Google Cloud mencapai 63% pada kuartal sebelumnya.

Kondisi Terakhir

Pada 16 Juli, Komisi Eropa memerintahkan Google untuk membuka 11 fitur Android bagi asisten AI pesaing dan membagikan data Search yang telah dianonimkan. Google menentang perintah ini, mengkhawatirkan privasi warga Eropa dan keamanan nasional. Dalam waktu dekat, Uni Eropa juga dapat menjatuhkan denda kepada Google terkait investigasi Digital Markets Act. Sementara itu, dukungan Warren Buffett terhadap saham Alphabet tetap menjadi sorotan, meskipun ia menyatakan bahwa Alphabet tidak termasuk dalam bisnis favorit Berkshire Hathaway.

You can share this post!