Radar News - Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan informasi tersebut saat membuka Pasar Rakyat Usaha Mikro di Alun Alun Kidul Yogyakarta pada 16 Juli 2025. Ia mengapresiasi PIP yang telah beroperasi sejak 2017 dan berhasil menjangkau pelaku usaha yang sebelumnya tidak terlayani oleh perbankan.
Purbaya menekankan pentingnya akses permodalan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, mengingat Indonesia memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM. Lebih dari 67 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja. Namun, ia juga mengakui bahwa usaha mikro dan ultra mikro adalah yang paling rentan terhadap perubahan ekonomi, terutama ketika harga bahan baku naik atau terjadi gangguan distribusi.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menurunkan bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro dari 22,5 persen menjadi delapan persen untuk memudahkan akses permodalan. Selain itu, ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026, tertinggi sejak 2014, dengan Yogyakarta mencatat pertumbuhan 5,8 persen. Meskipun angka-angka tersebut signifikan, ia menekankan bahwa masyarakat lebih memikirkan kondisi riil seperti keberlangsungan usaha dan penghasilan yang cukup. Oleh karena itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 difokuskan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional, termasuk pemberdayaan UMKM.