Radar News - Anggota parlemen Eropa mengkritik keras Anthropic pada Selasa setelah perusahaan tersebut mengutus seorang karyawan teknis junior, Donny Greenberg, untuk menjawab pertanyaan terkait model AI berkapabilitas siber, alih-alih mengirim pejabat senior kebijakan.
Anthropic mengutus Greenberg, yang baru bergabung sejak April, untuk bersaksi jarak jauh menggantikan kepala kebijakan publik, Sarah Heck. Legislator menilai keputusan ini menunjukkan penghindaran terhadap pertanyaan kebijakan yang seharusnya dijawab oleh pejabat senior. Sidang ini merupakan yang pertama di Brussel tentang risiko AI canggih sejak perusahaan membatasi akses model Mythos pada April lalu.
Parlemen Eropa secara spesifik meminta kehadiran Heck, namun Greenberg yang dihadirkan tidak memiliki latar belakang kebijakan yang memadai untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Dalam sidang, Greenberg mengaku bahwa ia adalah orang teknis dan bukan orang kebijakan. Sementara itu, anggota parlemen dari Fraksi Hijau, Kim van Sparrentak, menilai kehadiran Greenberg tidak mencerminkan keseriusan Anthropic terhadap Eropa. Ketua komite Anna Cavazzini menekankan pentingnya dialog di tingkat politik dan menjanjikan sesi lanjutan. Anggota parlemen Spanyol, Pablo Arias Echeverría, mempertanyakan kemampuan Greenberg dalam memberikan pandangan yang substansial.
Greenberg menyatakan bahwa model berkapabilitas siber kini dianggap teknologi ganda, dan perusahaan harus memperkuat pertahanan siber. Ia mengungkapkan bahwa Anthropic berkoordinasi dengan AI Office Uni Eropa dan badan siber ENISA, yang baru-baru ini mendapat akses terbatas ke Mythos melalui program Glasswing. Anthropic mempertahankan argumen bahwa mereka telah mengirimkan pakar senior untuk menjawab pertanyaan secara substansif dalam risalah sidang. Sejak April, perusahaan memperketat akses ke model-model AI canggihnya, dan kontrol ekspor AS semakin membatasi akses teknologi tersebut bagi warga negara asing.