AS Kerahkan Radar Canggih untuk Pantau Rudal Balistik Korut
Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sebuah radar militer canggih untuk memantau peluncuran rudal balistik antar benua yang dimiliki oleh Korea Utara (Korut). Radar ini memiliki kemampuan untuk melacak pergerakan rudal balistik dengan akurasi tinggi.
Awal bulan ini, pemimpin Korut, Kim Jong Un, mengumumkan bahwa program nuklir negaranya semakin mendekati tahap uji coba peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM). Korut juga mengklaim bahwa rudal yang mereka kembangkan dapat menjangkau wilayah AS.
Menurut seorang pejabat pertahanan AS yang tidak ingin disebutkan namanya, radar yang diberi nama Sea-based X-band (SBX) telah meninggalkan pangkalannya di Hawaii pada Senin (9/1) waktu setempat. Radar ini diharapkan akan tiba di perairan sekitar 3.218 kilometer sebelah barat laut Hawaii pada akhir Januari.
Pengerahan radar ini merupakan respons militer pertama AS setelah klaim Korut mengenai kemampuan peluncuran ICBM. Radar ini tidak hanya dapat melacak rudal jarak jauh, tetapi juga mampu membedakan antara rudal yang berpotensi membahayakan dan yang tidak.
Juru bicara Pentagon, Komandan Gary Ross, menyatakan, "Pengerahan SBX saat ini tidak didasarkan pada ancaman kredibel apapun. Namun, kami tidak dapat membahas misi khusus ini secara rinci karena masih berlangsung."
Pada Selasa (10/1) waktu setempat, Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, mengungkapkan bahwa militer AS mungkin akan memantau uji coba rudal balistik antar benua dari Korut. Carter lebih memilih untuk mengumpulkan informasi intelijen daripada menghancurkan rudal selama tidak ada ancaman yang jelas.
"Jika rudal tersebut mengancam, maka akan dicegat. Namun, jika tidak, kami tidak perlu mengambil tindakan tersebut," jelas Carter. Ia menambahkan bahwa mengumpulkan informasi intelijen dari peluncuran rudal bisa jadi lebih menguntungkan dibandingkan dengan upaya untuk mencegat ICBM yang tidak mengancam.




