ASDP dan BMKG Kerja Sama Pasang Radar Maritim untuk Pantau Cuaca Ekstrem
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi mengadakan rapat koordinasi di Pelabuhan Ketapang pada hari Kamis, 3 April 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bertepatan dengan arus balik Lebaran, sehingga bisa menjamin kelancaran dan keselamatan penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa awal bulan April seringkali menandai kemunculan bibit siklon tropis di Lintang Selatan, yang dapat memengaruhi kondisi perairan. "Kita perlu melakukan langkah antisipasi dini dan memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, terutama karena waktunya bersamaan dengan puncak arus balik," ujarnya.
Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP, Djunia Satriawan, menyatakan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan BMKG dan para pemangku kepentingan selama arus mudik. "Koordinasi yang baik selama periode mudik telah memastikan kelancaran operasional meskipun ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan. Kami berharap tren positif ini berlanjut hingga arus balik, dengan ASDP siap mendukung keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat," ucapnya.
Di lintasan Jawa-Bali, terjadi peningkatan signifikan dalam arus balik dari Ketapang ke Gilimanuk pada H+1. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang mencapai 37.943 orang, meningkat 24,3% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, total kendaraan yang menyeberang juga meningkat 24,7% menjadi 10.467 unit.
Sejumlah langkah strategis dibahas untuk mengantisipasi peningkatan gelombang, kecepatan arus, dan kecepatan angin. Sesuai arahan BMKG, sistem peringatan dini akan diperkuat melalui prosedur operasional standar (SOP) gabungan antara BMKG, ASDP, dan Forkopimda. Sebagai langkah preventif, ASDP dan BMKG merencanakan pemasangan radar maritim di pelabuhan untuk mendeteksi kecepatan arus, angin, dan tinggi gelombang secara real-time. Dengan sistem ini, respons terhadap perubahan kondisi cuaca dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Selain itu, optimalisasi kantong parkir juga menjadi perhatian utama guna menghindari kepadatan di pelabuhan jika kapasitas mencapai batas maksimal. Di Ketapang, kendaraan penumpang akan diarahkan ke Grand Watudodol dan Dermaga Bulusan, sementara kendaraan barang akan diparkir di Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sri Tanjung. Di Gilimanuk, kantong parkir disiapkan di Terminal Kargo, Terminal Bus Gilimanuk, serta UPPKB Cekik untuk kendaraan barang.




