Basarnas Kaltim Lakukan Pencarian Terhadap ABK MV Ocean Brave yang Hilang di Selat Makassar
Tim Basarnas Kantor SAR Balikpapan sedang melaksanakan operasi pencarian terhadap satu anak buah kapal (ABK) yang hilang dari MV Ocean Brave, Wu Jiantao, berkebangsaan China. Kejadian ini terjadi saat kapal berbendera Liberia tersebut berlayar di Selat Makassar, Kalimantan Timur, pada Sabtu, 9 September 2023.
Menurut Kepala Basarnas Kantor SAR Balikpapan, Melkianus Kotta, laporan mengenai hilangnya ABK tersebut disampaikan oleh kapten kapal, Guanyi Zhu, pada sore hari sekitar pukul 16.00 Wita. Kejadian diperkirakan berlangsung pada dini hari sekitar pukul 00.30.
MV Ocean Brave sedang dalam perjalanan melintasi perairan Selat Makassar, ketika kapten menyadari bahwa Wu Jiantao tidak berada di atas kapal. Dugaan awal menunjukkan bahwa juru mudi tersebut kemungkinan terjatuh dari kapal.
Untuk mengatasi situasi ini, kapten kapal mengaktifkan sinyal darurat atau EPIRB (Emergency Positioning Indicating Radio Beacon), yang berfungsi untuk memberi tahu lokasi kapal dalam keadaan darurat. Melkianus Kotta menjelaskan bahwa dengan menggunakan EPIRB, tim penolong dapat segera menuju lokasi kapal untuk memberikan bantuan.
Setelah mengaktifkan sinyal darurat, kapten kapal memutuskan untuk kembali ke lokasi terakhir yang diduga menjadi tempat jatuhnya korban. Merespons sinyal tersebut, Basarnas mengerahkan kapal SAR KN Wisanggeni 236 dengan personel rescue yang berangkat pada Sabtu malam.
Kapal SAR tersebut menempuh jarak sekitar 74,98 mil laut ke arah timur laut dari markas Basarnas Balikpapan dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.51 malam untuk berkoordinasi dengan kru MV Ocean Brave.
Operasi pencarian memasuki hari kedua, dengan kapal SAR KN Wisanggeni terus melakukan pencarian, dibantu oleh MV Ocean Brave yang turut serta dalam upaya pencarian sejak pukul 07.00 Wita. Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan ABK Wu Jiantao.




