Radar News - BMKG telah meresmikan High Frequency (HF) Radar Array di Sumatra Barat sebagai langkah untuk memperkuat pemantauan laut dan mitigasi bencana di wilayah pesisir barat. Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja yang dipimpin oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang juga melibatkan jajaran BMKG lainnya.
Sebelum meresmikan HF Radar Array, Faisal melakukan diskusi dengan Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, terkait kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan BMKG. Pertemuan ini berfokus pada penguatan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan keselamatan masyarakat.
Rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan audiensi di Stasiun Geofisika Padang Panjang, di mana Faisal meninjau kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas pengamatan MKG. Ia menekankan pentingnya transformasi pelayanan BMKG agar semakin terintegrasi dan adaptif terhadap teknologi digital. Salah satu inovasi yang diusulkannya adalah pengembangan Warning Receiver System (WRS) menjadi platform informasi kebencanaan yang lebih modern dan interaktif.
Faisal juga mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau dan Stasiun Klimatologi Sumatra Barat untuk mengecek operasional radar cuaca dan infrastruktur pendukung. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam memberikan layanan informasi MKG yang cepat dan akurat.
Peresmian HF Radar Array di Pantai Lohong, Kota Pariaman, menandai puncak kunjungan kerja BMKG. Radar ini bertujuan untuk memperkuat sistem observasi laut nasional dan mendukung peringatan dini tsunami. Saat ini, BMKG telah mengoperasikan empat dari total sepuluh unit HF Radar yang direncanakan di seluruh Indonesia. Dengan adanya radar ini, Sumatra Barat kini memiliki tiga sistem radar utama sebagai dukungan untuk pemantauan laut dan keselamatan nelayan. Gubernur Mahyeldi dan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memberikan apresiasi terhadap kehadiran HF Radar yang dinilai penting untuk mitigasi bencana dan ketahanan maritim.