Bulgaria Resmi Ganti Lev dengan Euro, Memperkuat Integrasi Ekonomi Eropa
Sumber Foto: digivestasi.com
Internasional

Bulgaria Resmi Ganti Lev dengan Euro, Memperkuat Integrasi Ekonomi Eropa

Tonggak sejarah baru tercatat di kawasan Balkan setelah Bulgaria, yang kerap disebut sebagai negara dengan perekonomian terlemah di Uni Eropa, resmi menghentikan penggunaan mata uang nasional lev dan sepenuhnya mengadopsi euro mulai 1 Januari 2026. Dengan langkah ini, Bulgaria menjadi anggota ke-21 Zona Euro, sehingga jumlah pengguna mata uang tunggal di Eropa kini melampaui 350 juta orang.

Peristiwa bersejarah tersebut disambut meriah di Sofia, ibu kota Bulgaria, sekaligus menandai babak terbaru integrasi ekonomi kawasan, menyusul Kroasia yang bergabung tiga tahun sebelumnya.

Bagi masyarakat Bulgaria, peralihan ini berdampak langsung pada konversi nilai uang. Sebagai ilustrasi, tabungan senilai 10.000 leva kini setara dengan sekitar 5.100 euro.

Selain mempermudah transaksi bagi wisatawan dan pelaku bisnis, keanggotaan di zona euro juga memperkuat posisi Bulgaria dalam kebijakan moneter Eropa. Negara ini kini memiliki perwakilan resmi di Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) dengan hak suara dalam penentuan suku bunga.

Antonia Tsvetkova, pengusaha perhiasan asal Sofia, menyatakan optimismenya terhadap euro, seraya menilai bahwa mata uang tunggal tersebut akan membawa manfaat besar, khususnya bagi mereka yang sering bepergian tanpa perlu repot menukar uang.

Walaupun kalangan dunia usaha mendukung penuh langkah ini, adopsi euro berlangsung di tengah dinamika politik dalam negeri yang belum stabil. Bulan lalu, pemerintah Bulgaria mengundurkan diri setelah gelombang demonstrasi besar terkait rencana kenaikan pajak.

Survei menunjukkan pandangan publik masih terbelah. Sebagian warga khawatir penggunaan euro akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat.

Bergabungnya Bulgaria, negara Balkan berpenduduk sekitar 6,7 juta jiwa, ke Zona Euro merupakan puncak dari proses panjang sejak resmi menjadi anggota Uni Eropa pada 2007. Keanggotaan ini diharapkan mempererat integrasi ekonomi dengan pasar tunggal Eropa serta meningkatkan arus investasi asing langsung (FDI).