China Perketat Regulasi Desain Interior Mobil demi Keselamatan
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

China Perketat Regulasi Desain Interior Mobil demi Keselamatan

Radar News - Setelah bertahun-tahun menjadi pendukung kuat tren "berbasis layar" di kokpit mobil, Tiongkok kini berbalik arah. Oleh karena itu, para pembuat undang-undang telah mengusulkan peraturan baru yang mewajibkan fungsi keselamatan penting di dalam mobil dikendalikan oleh tombol atau sakelar fisik, bukan disembunyikan di dalam panel kontrol sentuh.

Menurut usulan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, fungsi-fungsi seperti lampu sein, lampu peringatan bahaya, pemilihan gigi, dan panggilan darurat harus memiliki tombol atau sakelar tetap dengan luas permukaan minimum 10 x 10 mm. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dapat mengoperasikan fungsi-fungsi ini tanpa mengalihkan pandangan dari jalan, sesuatu yang belum ditangani secara memadai oleh banyak layar sentuh saat ini.

Langkah ini dipandang sebagai serangan langsung terhadap filosofi desain interior minimalis Tesla. Belakangan ini, beberapa produsen kendaraan listrik Tiongkok, seperti BYD dan Xiaomi, juga telah mengadopsi filosofi ini. Meskipun kokpit tanpa tombol mungkin terlihat menarik dalam foto iklan, pada kenyataannya, hal itu dapat merepotkan saat mobil sedang bergerak, dengan jeda layar, dasbor yang tumpang tindih, dan ikon yang sulit dilihat.

Kewajiban untuk kembali menggunakan gagang pintu fisik bukanlah langkah yang terisolasi. Sebelumnya, Tiongkok telah melarang gagang pintu tersembunyi setelah beberapa kecelakaan yang menjebak penumpang. Selain itu, otoritas Tiongkok sedang bersiap untuk menghilangkan setir berbentuk persegi panjang ala Formula 1 karena masalah keselamatan dalam tabrakan dan kompatibilitas airbag.

Larangan terhadap gagang pintu tersembunyi dan setir berbentuk persegi panjang pada mobil di Tiongkok akan berlaku mulai 1 Januari 2027. Larangan ini diperkirakan akan berdampak pada industri otomotif global.

Bersamaan dengan perubahan desain interior, peraturan baru juga memperketat standar untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Oleh karena itu, teknologi otomatisasi Level 3 dan 4 harus menunjukkan tingkat keselamatan yang setara dengan pengemudi yang sepenuhnya waspada dan berpengalaman. Produsen mobil diharuskan untuk menyerahkan dokumentasi keselamatan yang membuktikan bahwa sistem tersebut dapat menangani situasi lalu lintas sehari-hari dan skenario berisiko tinggi. Jika terjadi kerusakan teknologi atau ketidakmampuan pengemudi untuk bereaksi tepat waktu, kendaraan harus secara otomatis kembali ke kondisi aman, yaitu berhenti secara terkendali.

Regulasi untuk sistem bantuan jarak jauh bagi kendaraan otonom sepenuhnya juga sedang diselesaikan, membuka jalan bagi taksi robot untuk beroperasi dengan pengawasan manusia bila diperlukan. Pesan dari pihak berwenang cukup jelas: Tiongkok tidak menentang teknologi ini, tetapi harus aman, mudah dikendalikan, dan memiliki tombol yang dapat ditemukan pengemudi saat dibutuhkan.