China Raih Dua Emas, Klaebo Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026
Sumber Foto: Radar Bangkalan
Olahraga

China Raih Dua Emas, Klaebo Cetak Sejarah di Olimpiade Musim Dingin 2026

Radar News - RadarBangkalan.id - China berhasil menyabet dua medali emas di arena salju dalam ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Rabu (18/2). Sementara itu, bintang ski lintas alam asal Norwegia, Johannes Hoesflot Klaebo, menambah koleksi medali emas Olimpiade menjadi sepuluh.

Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-22, Su Yiming tampil gemilang di final snowboard slopestyle putra dengan raihan 82,41 poin.

Ia mengungguli Taiga Hasegawa dari Jepang dan Jake Canter dari Amerika Serikat. Empat tahun lalu, Su meraih perak di nomor slopestyle sebelum akhirnya merebut emas di nomor big air.

Di Milan-Cortina 2026, Su lebih dulu meraih perunggu di nomor big air pada 7 Februari, lalu memastikan emas di slopestyle.

"Banyak orang terus mengucapkan 'selamat ulang tahun' kepada saya, tetapi saya tidak ingin mengingatkan diri sendiri bahwa hari ini adalah hari ulang tahun saya," ungkap Su. "Saya hanya ingin fokus pada setiap rintangan, mulai dari rail pertama hingga lompatan terakhir."

"Namun, ketika medali emas akhirnya dikalungkan di leher saya, rasanya masih tak terbayangkan, seperti mimpi," tuturnya.

Tak lama berselang, Xu Mengtao mempersembahkan emas kedua bagi China di nomor aerial freestyle skiing putri.

Atlet berusia 35 tahun itu mencetak skor 112,90 poin dan menjadi atlet freestyle skiing pertama yang mampu mempertahankan emas nomor aerial dalam dua edisi Olimpiade berturut-turut.

"Saya melakukan lompatan yang sangat bagus, yaitu full-full-full, dengan posisi yang baik di udara, postur yang bagus, pendaratan yang sempurna. Ini sungguh luar biasa," ujarnya. "Ini Olimpiade kelima saya, dan saya hanya harus tetap fokus."

Dominasi Norwegia dan Kebangkitan Shiffrin

Norwegia mempertahankan dominasinya di ski lintas alam lewat Klaebo. Berpasangan dengan Einar Hedegart, ia memenangi sprint beregu putra dengan catatan 18 menit 28,98 detik.

"Rasanya sulit dipercaya. Saya merasa semuanya berjalan dengan sangat baik sekarang. Kondisi fisik saya prima, dan saya masih termotivasi untuk tampil maksimal di setiap perlombaan. Tidur saya pun kini sedikit lebih nyenyak dibandingkan pekan pertama saya di sini, tetapi rasanya luar biasa," ujar Klaebo.

Di arena berbeda, ikon ski alpin Amerika Serikat, Mikaela Shiffrin, merebut emas slalom putri yang menjadi gelar Olimpiade ketiganya sekaligus menandai kembalinya ia ke podium tertinggi setelah delapan tahun. "Saya paham betul level kemampuan slalom saya.

Saat performa saya sedang prima, saya tahu apa yang dapat dilakukan, dan terkadang hal tersulit adalah melakukan ski terbaik. Namun, saya datang ke sini untuk berski. Saya datang ke sini demi setiap tikungan di antara garis start hingga finis," paparnya.

Prancis memenangi estafet biathlon 4x6km putri melalui kuartet Camille Bened, Lou Jeanmonnot, Oceane Michelon, dan Julia Simon dengan waktu 1 jam 10 menit 22,7 detik.

"Ada tekanan yang sangat besar bagi saya hari ini untuk mengawali perlombaan estafet Olimpiade bagi tim (putri), karena kami tahu bahwa kami adalah tim unggulan. Kami melihat kesuksesan tim putra kemarin, dan kami ingin menyamai pencapaian mereka," sebut Bened.

Di arena es Milan, atlet Kanada Steven Dubois meraih emas short track 500 meter putra. Sementara itu, Korea Selatan menyabet emas estafet 3.000 meter putri, sedangkan Italia memastikan Arianna Fontana sebagai atlet Olimpiade tersukses dalam sejarah negaranya dengan total 14 medali setelah meraih perak.