Dinas Pertanian Sukabumi Lakukan Monitoring Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Cisolok dan Cikakak
Sumber Foto: Radar Sukabumi
Pantau Radar

Dinas Pertanian Sukabumi Lakukan Monitoring Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Cisolok dan Cikakak

SUKABUMI — Setelah banjir bandang melanda Kecamatan Cisolok dan Cikakak di Kabupaten Sukabumi pada Senin, 27 Oktober 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi segera melakukan pemantauan terhadap area persawahan yang terdampak. Langkah ini diambil untuk menilai kerusakan dan merencanakan pemulihan lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan bahwa sekitar enam hektare lahan pertanian mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Tim gabungan dari Dinas Pertanian melakukan monitoring pada Senin, 3 November 2025, yang mencakup verifikasi lapangan dan pendataan kondisi lahan.

“Kami menilai tingkat kerusakan sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan ke depan,” ujar Aep.

Lahan yang terdampak banjir tersebar di beberapa desa. Di Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, sekitar empat hektare lahan mengalami kerusakan, sedangkan dua hektare lainnya berada di Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak. Beberapa lahan di area tersebut belum dapat ditanami kembali, sementara sebagian lainnya sudah terisi tanaman padi yang rusak karena banjir dan endapan lumpur.

“Beberapa lahan tidak bisa langsung diolah kembali karena endapan lumpur yang cukup tebal,” tambah Aep Majmudin.

Selain merusak tanaman, bencana banjir juga berdampak pada kerusakan saluran irigasi sekunder dan tersier. Dinas Pertanian berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum guna mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang terdampak.