Diskusi Buku 'Tri Hita Bencana' Ungkap Isu-Isu Kontemporer di Bali
Sumber Foto: NUSABALI.com
Sinyal Peristiwa

Diskusi Buku 'Tri Hita Bencana' Ungkap Isu-Isu Kontemporer di Bali

Radar News - Diskusi buku 'Tri Hita Bencana' yang ditulis oleh antropolog Ngurah Suryawan berlangsung di pelataran barat Kampus UNHI, Denpasar, pada Jumat malam. Buku ini mengeksplorasi berbagai isu sosial dan politik di Bali, mulai dari peristiwa genosida 1965, pemerintahan Orde Baru yang represif, hingga dampak negatif pariwisata dan rasisme.

Awal Kejadian

Diskusi dihadiri oleh alumni Filsafat UNHI dan sejumlah akademisi, termasuk I Gede Sarjana Putra sebagai moderator. Sarjana Putra membahas tema-tema besar dalam buku, seperti bantuan sosial yang meningkat, perusakan lingkungan, dan dampak kebijakan politik yang berpengaruh terhadap masyarakat Bali.

Perkembangan

Oktaria Asmarani menyatakan bahwa buku ini berani dan relevan, mendorong perlunya dialog antara pengambil kebijakan dan masyarakat. Gusti Agung Paramita menambahkan bahwa judul buku yang provokatif berhasil menggugah kepedulian masyarakat Bali. Ngurah Suryawan, penulis buku, menjelaskan tujuan penulisan sebagai langkah awal untuk mendorong kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap keliru.

Kondisi Terakhir

Di akhir diskusi, Sarjana Putra menekankan bahwa pemerintah lebih fokus pada narasi imajiner yang berkaitan dengan kebudayaan, tanpa menawarkan solusi konkret untuk kemakmuran masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara realitas dan kebijakan yang diambil.