Edukasi QRIS Melalui Lomba Masak Kreatif di Desa Margaluyu
Sumber Foto: Kompasiana.com
Ekonomi

Edukasi QRIS Melalui Lomba Masak Kreatif di Desa Margaluyu

Kp.Sirnarasa -- Ada pemandangan menarik di posko KKM 36 Desa Margaluyu pada 26 Januari 2026. Bukan sekadar demo masak biasa, mahasiswa KKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berhasil menyulap kegiatan dapur menjadi ajang edukasi teknologi keuangan melalui sosialisasi QRIS.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lomba masak unik yang menuntut kreativitas tinggi. Para peserta, yang merupakan ibu ibu rumah tangga dan pengusaha lokal, ditantang untuk mengolah bahan baku utama yang diambil secara acak. Tanpa persiapan menu sebelumnya, para peserta harus memutar otak untuk menyajikan hidangan terbaik dari bahan "kejutan" yang mereka dapatkan.

Para mahasiswa KKM menyelipkan materi penting mengenai QRIS. Tujuannya jelas: mendorong pelaku usaha mikro di desa agar lebih modern dalam sistem pembayaran.

"Kami sengaja menggunakan pendekatan lomba masak agar ibu ibu merasa nyaman dan tidak merasa sedang digurui. Mereka bisa berdiskusi tentang cara kerja QRIS yang praktis dan aman untuk warung warung mereka," ujar Dika.

Meski bahan ditentukan secara acak mulai dari ubi, pisang, kentang, dan singkong para ibu berhasil menyajikan menu yang variatif. Hal ini menunjukkan potensi besar UMKM kuliner di desa tersebut yang siap didukung dengan teknologi pembayaran digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha di Kp. Sirnarasa tidak lagi asing dengan kode QR dan mulai beralih ke transaksi nontunai yang lebih efisien dan tercatat secara digital.