Empat Tren Interior Ini Diprediksi Tidak Relevan pada 2026
Sumber Foto: Marketeers
Lifestyle

Empat Tren Interior Ini Diprediksi Tidak Relevan pada 2026

Radar News - Tren desain interior selalu bergerak cepat. Gaya yang terasa segar dan estetik pada 2025 bisa saja tampak usang saat memasuki tahun 2026. Beberapa tren bahkan dinilai terlalu berlebihan dan kurang memiliki daya tahan jangka panjang.

Jika ingin rumah tetap terlihat relevan dan tidak ketinggalan zaman, sejumlah desainer interior dalam laman The Spruce memprediksi empat tren interior ini tak akan bertahan pada 2026:

Cluttercore yang Terlalu Ramai

Konsep cluttercore identik dengan memajang banyak dekorasi, koleksi, serta aksesori secara terbuka dalam satu ruang. Namun, ketika terlalu banyak barang dipamerkan tanpa kurasi yang jelas, ruangan justru terasa sumpek dan melelahkan secara visual.

Alih-alih hangat, suasana rumah bisa berubah menjadi penuh dan tak teratur. Memasuki tahun 2026, pendekatan yang lebih rapi dan terpilih diprediksi lebih diminati. Pajanglah benda yang benar-benar bermakna, bukan semuanya sekaligus.

Uber Maximalism yang Berlebihan

Gaya “more is more” yang identik dengan warna berani, motif tabrak, hingga dekorasi berlapis dalam satu ruangan sempat mendominasi. Masalahnya, ketika diterapkan di seluruh sudut rumah tanpa kontrol, tampilannya menjadi terlalu ramai dan kehilangan fokus.

Tren ini juga terasa cepat membosankan karena terlalu sering terlihat di berbagai hunian. Tahun 2026 diprediksi mengarah pada desain yang lebih seimbang. Jika tetap ingin sentuhan maksimalis, cukup hadirkan pada satu area tertentu agar tidak berlebihan.

Sofa “Boneless” Cloud yang Instan

Sofa modular empuk model cloud yang dikemas dalam kotak sempat populer karena praktis dan mudah dirakit, terutama untuk apartemen kecil. Namun, model ini dinilai sebagai bagian dari tren “fast furniture” yang belum tentu tahan lama.

Selain daya tahannya diragukan, desainnya yang terlalu identik dengan tren tertentu berisiko cepat terlihat usang. Ke depan, pilihan furnitur yang lebih kokoh dan berkualitas diprediksi akan lebih diminati dibanding sekadar mengikuti tren viral.

Dapur Bernuansa Serba Hijau Tua

Dapur berwarna hijau tua dengan aksen kuningan sempat menjadi favorit dalam beberapa tahun terakhir. Warna ini dianggap hangat dan elegan. Sayangnya, karena terlalu sering digunakan, tampilannya kini terasa biasa dan kurang segar.

Jika tetap dipertahankan tanpa sentuhan baru, dapur bisa terlihat ketinggalan zaman. Sebagai alternatif, warna hijau bisa diaplikasikan sebagai aksen atau di ruang lain agar tetap terasa modern.