FC Barcelona Resmi Tarik Diri dari Liga Super Eropa
BeritaNasional.com - Raksasa Catalan FC Barcelona akhirnya resmi mengakhiri keterlibatan dalam proyek Liga Super Eropa (European Super League). Keputusan besar ini diumumkan pihak klub melalui laman resmi mereka pada Sabtu (7/2/2026).
"FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini secara resmi telah memberitahukan kepada Perusahaan Liga Super Eropa dan klub-klub yang terlibat mengenai penarikan diri dari proyek Liga Super Eropa," tulis pernyataan resmi klub tersebut.
Mundurnya Barcelona membuat Real Madrid kini menjadi satu-satunya tim yang masih bertahan dalam rencana ambisius tersebut.
Padahal, saat pertama kali diperkenalkan pada 2021, proyek ini digadang-gadang akan diikuti oleh 12 klub papan atas Eropa.
Sejak awal peluncurannya, Liga Super Eropa memang terus mengalami kemunduran. Gelombang protes besar-besaran dari para suporter memaksa klub-klub Liga Inggris untuk mundur lebih awal.
Langkah tersebut kemudian diikuti oleh perwakilan tim asal Italia dan Atletico Madrid, hingga menyisakan duet rival abadi, Real Madrid dan Barcelona.
Namun, aliansi antara Madrid dan Barcelona dalam proyek ini tidak berjalan mulus. Hubungan kedua klub Spanyol tersebut dilaporkan memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Faktor Skandal Negreira dan Hubungan yang Retak
Ketegangan antara dua klub raksasa ini salah satunya dipicu oleh skandal wasit "Negreira". Barcelona dituduh melakukan pembayaran dalam jangka waktu lama kepada mantan Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol.
Hingga saat ini, pihak Barcelona belum menerima sanksi resmi, baik secara finansial maupun dalam kompetisi olahraga.
Situasi panas ini semakin terasa ketika pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan pernyataan pedas dalam konferensi persnya pada hari Sabtu. Ia menyentil belum adanya kejelasan terkait kasus tersebut.
"Tidak ada yang mengerti bagaimana skandal terbesar dalam sepak bola Spanyol ini masih belum terselesaikan," tegas Arbeloa.
Dengan mundurnya Barcelona, proyek Liga Super Eropa kini berada di ujung tanduk, menyisakan tanda tanya besar mengenai masa depan kompetisi tandingan tersebut di tangan Real Madrid sendirian.




