Gangguan Sinyal Warnai Sidang Nikita Mirzani, Praktisi Hukum Berikan Penjelasan
Sumber Foto: Tribunnews.com
Sinyal Peristiwa

Gangguan Sinyal Warnai Sidang Nikita Mirzani, Praktisi Hukum Berikan Penjelasan

Sidang kasus dugaan pemerasan, pengancaman, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Nikita Mirzani dan asistennya, Mail Syahputra, telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Kasus ini bermula dari laporan dokter kecantikan Reza Gladys yang terkait dengan komentar Nikita mengenai produk skincare, namun kemudian berkembang menjadi dugaan aliran dana miliaran rupiah.

Pada sidang terbaru, Nikita Mirzani tampil sebagai saksi untuk asistennya, Mail Syahputra. Sidang tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian, namun sempat terjadi gangguan sinyal telepon seluler di area pengadilan.

Menanggapi kejadian ini, praktisi hukum Firman Candra memberikan penjelasan mengenai penyebab hilangnya sinyal. Ia menyatakan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh faktor teknis seperti dugaan jamming, melainkan lebih kepada kepadatan pengguna di wilayah tersebut.

Penyebab Gangguan Sinyal

Firman menjelaskan, dalam satu wilayah, jika terdapat dua Base Transceiver Station (BTS), maka setiap menara pemancar sinyal telekomunikasi seluler biasanya hanya dapat menampung sekitar 200 pengguna dari berbagai operator. Jika tiba-tiba terjadi lonjakan jumlah pengguna, seperti seribu orang sekaligus, maka BTS tersebut dapat mengalami overload.

“Sinyal yang sulit diakses bisa disebabkan oleh banyaknya orang yang menggunakan layanan di waktu yang bersamaan. Jika satu BTS hanya mampu menampung 200 pengguna dan tiba-tiba ada ribuan pengguna, maka dapat terjadi persaingan untuk mendapatkan sinyal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan kasus besar yang melibatkan kepentingan negara atau dugaan korupsi. “Ini adalah kasus biasa, namun karena banyaknya pendukung masing-masing pihak, situasinya menjadi sedikit kisruh,” tambahnya.

Sidang Nikita Mirzani akan dilanjutkan kembali pada Kamis mendatang dengan pengamanan yang tetap ketat.