Garlickys: UMKM Surabaya Tembus Pasar Global Berkat Digitalisasi
Sumber Foto: kabarbaik.co
Ekonomi

Garlickys: UMKM Surabaya Tembus Pasar Global Berkat Digitalisasi

Radar News - KabarBaik.co, Surabaya – Pemanfaatan platform digital kini menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang dan memperluas pasar.

Hal tersebut dibuktikan oleh Nico Njoto Wijaya, pemilik brand bumbu dapur asal Surabaya, Garlickys, yang berhasil membawa usahanya tumbuh pesat hingga menembus pasar internasional.

Berawal dari hobi membuat garlic butter rumahan, Nico mulai memasarkan produknya melalui marketplace pada 2019. Saat itu, Garlickys masih dijalankan secara sederhana dengan skala produksi terbatas.

Baca Juga:

Dorong UMKM Naik Kelas, Polytron–Populix Ungkap…

UMKM Kampung Randu Agung Permai Surabaya Mulai Go Digital

Bertahan dan Bertumbuh di Tengah Keterbatasan, UMKM…

Namun, konsistensi dalam membaca tren pasar, memperbaiki kualitas produk, serta meningkatkan tampilan kemasan perlahan mendorong bisnisnya berkembang signifikan.

Kini, Garlickys menjadi salah satu produk bumbu dapur yang cukup dikenal di ranah digital. Nico mengungkapkan, strategi fokus pada penjualan online memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usahanya.

“Di hari biasa, kami bisa melayani 400 sampai 500 pesanan per hari dari satu marketplace. Saya menggunakan tiga aplikasi, jadi totalnya bisa mencapai sekitar 1.500 pesanan setiap hari,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Lonjakan penjualan semakin terasa saat momentum belanja besar seperti Ramadan maupun kampanye tanggal kembar. Pada periode promosi 12.12, misalnya, penjualan Garlickys dapat meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari normal.

Keberhasilan memaksimalkan berbagai fitur marketplace juga mengantarkan Garlickys meraih penghargaan Shopee Super Awards 2025 dalam kategori Super Growing Export. Pertumbuhan bisnisnya bahkan tercatat melampaui 213 persen.

Melalui program ekspor yang difasilitasi platform digital, produk rempah khas Jawa Timur tersebut kini telah menjangkau konsumen di sejumlah negara, seperti Swiss, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Sepanjang 2025, volume penjualan ekspor Garlickys meningkat hingga 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, data penjualan digital juga membuka wawasan baru mengenai perilaku konsumen. Nico mengaku awalnya menargetkan ibu rumah tangga sebagai pasar utama, namun analisis marketplace menunjukkan tingginya minat konsumen laki-laki yang mencari bumbu praktis untuk kebutuhan diet dan gaya hidup sehat.

Di tengah persaingan ketat industri bumbu instan, Nico memilih tidak terjebak dalam perang harga. Ia lebih menekankan kualitas produk, konsistensi rasa, serta kecepatan pengiriman sebagai faktor utama menjaga loyalitas pelanggan.

Saat ini, Garlickys telah memiliki 41 varian produk rempah dan mempekerjakan sekitar 15 karyawan. Perjalanan bisnis tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki peluang besar bersaing di pasar global, selama mampu beradaptasi dengan teknologi dan ekosistem digital.

Meski demikian, Nico mengakui ada tantangan dalam berjualan online, termasuk potongan biaya platform yang mendekati 20 persen. Kondisi tersebut membuat harga jual produk di marketplace harus sedikit lebih tinggi dibandingkan penjualan offline.

“Namun bagi kami, jangkauan pasar yang luas dan peluang ekspor yang terbuka jauh lebih besar manfaatnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani

Editor: Gagah Saputra

Ditag digitalisasi Garlickys Surabaya UMKM

Posting Terkait

Masjid Al-Akbar Surabaya Siap Tampung 40 Ribu Jemaah Salat Idul Adha

Sapi Kurban Prabowo Ngamuk di Masjid Al Akbar Surabaya, Kakek dan Cucu Jadi Korban Serudukan

2.468 Peserta Lolos SNBT 2026 ITS, Teknik Sipil dan Informatika Jadi Jurusan Favorit

KPPU Surabaya Pantau Harga Bahan Pangan Jelang Idul Adha, Pasokan Sapi dan Kambing Masih Aman

Gaya Reses Berbeda Anggota DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo, Selesaikan Aspirasi Warga Langsung di Tempat

Ikuti Kami Pada

Navigasi pos

Pos sebelumnya Tragedi Maut di Batang, 3 Pelajar Putri Meninggal Tersambar KA Argo Merbabu

Pos berikutnya 7.800 Tiket KA Lebaran dari Stasiun Bojonegoro Terjual, 24 Maret Jadi Tanggal Favorit