Gubernur Jambi Dorong Penyelesaian Jalan Khusus Batu Bara Hingga 2026, Tindak Lanjut Pembangunan Underpass PT SAS
Jambi – Pembangunan underpass untuk jalan khusus batu bara yang dilakukan oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi dan Desa Mendalo Darat, Muarojambi, yang sempat terhenti pada pertengahan September 2023, kini menunjukkan tanda-tanda akan dilanjutkan. Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi progres pembangunan jalan tersebut yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan pengembang.
Dalam rapat tersebut, hadir tiga perusahaan pengembang yang terlibat dalam proyek ini, yakni PT Inti Bangun Sarana (IBS), PT Putra Bulian Property (PBP), dan PT Sinar Anugerah Sukses (SAS). Masing-masing perusahaan menghadapi kendala yang serupa, terutama terkait pembebasan lahan.
Kendala Pembebasan Lahan
PT IBS yang sedang membangun jalan dari Sarolangun menuju Tenam, Batanghari, sepanjang 72 kilometer, mengungkapkan bahwa 29 kilometer dari trase tersebut berada dalam kawasan hutan. Meskipun pembebasan lahan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kehutanan, masalah muncul karena adanya Koperasi Alam Sakti yang menguasai areal tersebut. Koperasi ini enggan memberikan izin untuk pembangunan jalan yang beririsan dengan jalur swadaya mereka.
Begitu juga dengan PT PBP, yang melanjutkan pembangunan dari Batanghari ke Muara Jambi sepanjang 94,3 kilometer, mengaku masih ada 49 bidang lahan yang belum dibebaskan, terutama di Kabupaten Muarojambi. Beberapa pemilik lahan dikabarkan meminta harga tinggi untuk lahan mereka.
Sementara itu, PT SAS yang mengerjakan jalan sepanjang 108 kilometer dari Sarolangun ke Kota Jambi melaporkan bahwa 20,89 kilometer atau sekitar 13 persen lahan yang diperlukan juga belum bisa dibebaskan. Selain itu, PT SAS menghadapi penolakan dari masyarakat terkait pembangunan underpass di wilayah yang sama.
Ajakan untuk Berkolaborasi
Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak para pengembang untuk melibatkan unsur Forkopimda dalam menyelesaikan masalah yang ada. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya komunikasi antara pengembang dan pemerintah daerah, terutama di tingkat kecamatan dan desa. “Kita bisa mediasi jika ada kendala yang dihadapi masyarakat,” ujar Al Haris.
Pentingnya Pembangunan Jalan Khusus Batu Bara
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa sektor pertambangan batu bara merupakan salah satu pilar perekonomian di Provinsi Jambi. Ia berharap pembangunan jalan khusus dapat terus berlanjut agar aktivitas pertambangan tidak mengganggu jalur transportasi nasional. Ia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap jumlah tenaga kerja di sektor ini yang semakin berkurang jika pembangunan tidak berjalan.
Al Haris mendorong agar para pengembang tetap berkomunikasi dengan kepala daerah setempat untuk menyelesaikan masalah yang ada, termasuk penolakan dari masyarakat. “Jika ada kesulitan, kita harus mencari alternatif lain,” imbuhnya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, Gubernur Jambi meminta agar proses pembangunan jalan khusus batu bara dapat terus berprogres dan ditargetkan selesai pada tahun 2026. “Kita harus terus bergerak, mestinya jalan ini juga harus ada,” tutupnya.




