Gubernur NTT Dorong Optimalisasi KUR untuk Perkuat UMKM
Radar News - Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta perbankan di provinsi itu untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Alokasi KUR untuk NTT sebenarnya cukup besar," kata Melki Laka Lena di Kupang, Sabtu dalam acara Diskusi Publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Ke-80 PWI.
Dia mengatakan apabila kuota awal dapat terserap dengan baik dan penyaluran berjalan optimal, pemerintah pusat masih membuka peluang penambahan kuota.
Hal tersebut, ujar dia, sudah sempat disampaikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurahman saat berkunjung ke NTT beberapa waktu lalu.
Menurut dia, ada peluang bagi UMKM di NTT untuk berkembang dan mendapatkan dana KUR tambahan.
Namun semuanya, ujar dia, kembali lagi ke kesiapan di daerah, artinya sektor perbankan harus bisa menyerapnya secara maksimal.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong sektor pertanian, peternakan, serta usaha produktif lainnya melalui skema pembiayaan yang semakin fleksibel.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam proses pencairan kredit tetap ada mekanisme perbankan yang harus dipenuhi.
Menurut Gubernur NTT, komunikasi antar pemangku kepentingan harus dibuka selebar-lebarnya. Pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), perbankan dan PWI diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih konkret.
“Diskusi seperti ini jangan hanya menjadi seremonial. Harus menjadi ruang untuk mencari solusi nyata bagi UMKM kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWI NTT yang menggagas diskusi tersebut.
Gubernur menilai inisiatif ini menunjukkan bahwa pers tidak hanya berperan sebagai media informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan yang memiliki kepedulian nyata terhadap penguatan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepada pihak perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank penyalur KUR lainnya, Gubernur berharap agar akses pembiayaan semakin dipermudah, pendampingan diperjelas, serta komunikasi dengan pelaku usaha semakin intensif.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam mengawal kebijakan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan berimbang.
Dengan sinergi antara pemerintah, pers dan perbankan, Gubernur optimistis UMKM di NTT akan semakin tumbuh sehat, kuat dan berdaya saing.
Ketua PWI NTT Ferry Jahang mengatakan, pihaknya sengaja menggelar diskusi publik tersebut karena PWI NTT merasa perlu menjadi jembatan antara UMKM dan perbankan terkait KUR
"Banyak keluhan dari para pelaku UMKM, terkait kesulitan yang dihadapi saat hendak melakukan pengajuan KUR," tambah dia.
PWI, ujar dia, tidak ingin kasus dana PIP yang tidak terserap di NTT pada tahun lalu dan dikembalikan ke pusat terjadi pada dana KUR. Karena itu dia berharap diskusi yang digelar itu memberikan jawaban kepada para pelaku UMKM yang ada dk NTT.




