Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Digital di Era AI dan Keamanan Siber
Jakarta, InfoPublik – Indonesia dan India menegaskan komitmen memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor digital sebagai langkah membangun ekosistem yang inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Informasi Teknologi (MeitY) India, S. Krishnan, di sela AI Impact Summit di New Delhi, India, Rabu (18/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Nezar Patria menekankan pentingnya kolaborasi Indonesia–India dalam menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital. “Kemitraan strategis ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk bersama-sama membentuk masa depan digital Asia yang lebih cerah, di mana teknologi menjadi kekuatan pendorong kesetaraan dan pertumbuhan inklusif,” ujar Wamenkomdigi.
Terdapat lima area prioritas kerja sama yang dibahas, mencerminkan visi bersama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan publik.
Pertama, di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi baru. Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi pendekatan India dalam demokratisasi AI agar akses tidak dimonopoli segelintir pihak, melainkan terbuka bagi startup dan masyarakat luas. Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang relevan secara budaya, aman, serta selaras dengan regulasi domestik.
Kedua, penguatan Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI). Indonesia menjajaki adaptasi model identitas digital India melalui sistem Aadhaar guna meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik. Kerja sama juga mencakup inisiatif GovTech untuk mendorong integrasi platform digital antarinstansi, termasuk pertukaran keahlian pada layanan e-Sanjeevani (telemedicine) dan BISAG-N untuk pemetaan geospasial dan perencanaan logistik.
Ketiga, desain chip dan rantai pasok semikonduktor. Indonesia dinilai memiliki potensi bahan baku mineral kritis yang dapat mendukung Misi Semikonduktor India. India menawarkan dukungan melalui fasilitas desain chip yang melibatkan ratusan institusi akademik dan startup, membuka peluang berbagi infrastruktur dan penguatan kapasitas teknologi.
Keempat, keamanan siber dan tanggap darurat. Kedua negara sepakat mendorong pembentukan saluran berbagi informasi antara CERT-In India dan lembaga terkait di Indonesia guna mendeteksi serta memitigasi ancaman siber lintas batas. Selain itu, Indonesia mengeksplorasi adaptasi Sistem Dukungan Tanggap Darurat (ERSS) India yang mengintegrasikan layanan medis, kepolisian, dan bantuan darurat dalam satu platform terpadu.
Kelima, peningkatan kapasitas dan pertukaran talenta. Pemanfaatan National Institute of Electronics & Information Technology (NIELIT) India menjadi bagian dari program penguatan keterampilan digital, pelatihan, dan literasi. Kedua negara juga menggagas program pertukaran startup dan inovator untuk mendorong kolaborasi pengembangan teknologi berbasis kepentingan publik.
Melalui kemitraan ini, Indonesia dan India berharap transformasi digital dapat dipercepat, peluang ekonomi baru tercipta, serta manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di kedua negara.




