Nelayan seringkali menghadapi tantangan serius saat melaut, termasuk kondisi cuaca yang buruk dan gelombang tinggi. Hal ini dapat berakibat fatal, seperti yang dialami oleh Aldi Novel Adilang, seorang penjaga rumpon yang terjebak di laut selama 49 hari setelah kapal yang ditumpanginya terlepas dari jangkar di perairan Sulawesi Utara pada Juli 2018.
Untuk mengurangi risiko yang dihadapi nelayan, kini hadir teknologi bernama Wakatobi AIS, yang merupakan singkatan dari Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Informasi AIS (Automatic Identification System). Teknologi ini dikembangkan oleh peneliti dan perekayasa di Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat beroperasi di laut.
Wakatobi AIS diluncurkan berdasarkan identifikasi tiga masalah utama yang dihadapi nelayan:
Dengan penerapan Wakatobi AIS, diharapkan keselamatan nelayan dapat meningkat, sehingga mereka dapat melaut dengan lebih aman dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.