Interior Ferrari Luce Karya Jony Ive: Sentuhan Desain yang Mengingatkan pada Apple
Sumber Foto: VOI.id
Lifestyle

Interior Ferrari Luce Karya Jony Ive: Sentuhan Desain yang Mengingatkan pada Apple

Radar News - Jakarta — Jika Apple Car benar-benar pernah lahir, wujudnya mungkin akan sangat mirip dengan interior Ferrari Luce. Mobil listrik pertama Ferrari ini menampilkan sentuhan desain Jony Ive yang terasa familiar bagi siapa pun yang pernah memegang iPhone, Mac, atau sekadar mengagumi filosofi desain Apple.

Setelah meninggalkan Apple pada 2019 dan mendirikan LoveFrom bersama desainer legendaris Marc Newson, Jony Ive langsung dilirik Ferrari. Kontak awal terjadi tak lama setelah kepergiannya dari Cupertino, meski kesepakatan resmi baru tercapai pada 2021. Kini, hasil kolaborasi itu mulai diperlihatkan ke publik lewat Ferrari Luce, meski masih dalam tahap pengungkapan terbatas menjelang peluncuran penuh yang diperkirakan berlangsung pada Mei.

Menurut laporan Engadget, Ferrari belum mengumumkan harga maupun ketersediaan Luce. Namun Ive sudah memamerkan interior yang ia rancang, sekaligus mengungkap tantangan besar di baliknya.

“Sangat sulit. Saya belum pernah bekerja di area yang regulasinya seketat ini,” ujar Ive. Ia mengakui sebagian aturan masuk akal karena menyangkut keselamatan, tetapi sebagian lain terasa membatasi ruang eksplorasi desain.

Obsesi Ive terhadap detail kembali terlihat jelas. Di Ferrari Luce, yang juga menjadi mobil listrik murni pertama Ferrari, perhatian terhadap desain bahkan menyentuh hal sekecil kunci mobil. Kunci tersebut dilengkapi layar e-ink yang menyala kuning. Saat dimasukkan ke dalam mobil, cahaya kuning itu seolah “berpindah” ke dashboard, sebuah trik visual kecil yang terasa sangat Apple.

Interior Luce dipenuhi detail yang mungkin tak langsung disadari pengguna. Rel kursi yang hampir tak terlihat dibentuk dengan presisi dan dianodisasi. Material kaca Corning Gorilla Glass digunakan lebih dari 40 bagian di area pengemudi. Semuanya mencerminkan filosofi lama Ive, bahwa tak ada detail yang terlalu kecil untuk dipikirkan.

Menariknya, Ive tidak ingin layar menjadi pusat perhatian. Meski Ferrari Luce memiliki layar OLED 10,2 inci di tengah yang bisa diputar dengan sentuhan, ia justru menekankan pentingnya kontrol fisik.

“Mobil-mobil sekarang kehilangan beberapa hal yang kami cintai dari Ferrari lama,” kata Ive. “Kami ingin menemukan sebanyak mungkin cara agar pengemudi terhubung secara visceral dan fisik dengan antarmuka.”

Hasilnya adalah perpaduan antara teknologi modern dan elemen taktil. Terdapat ventilasi udara yang menonjol, tombol fisik besar di sekitar setir, sakelar solid, hingga kontrol volume berbahan kaca. Tampilan digital di balik kemudi bahkan membuat sulit membedakan mana yang layar dan mana yang instrumen fisik, dengan estetika yang mengingatkan pada CarPlay Ultra.

Marc Newson menegaskan bahwa pendekatan ini lahir dari kecintaan mereka terhadap dunia otomotif. “Jony dan saya punya ketertarikan yang sangat dalam pada kendaraan. Bisa dibilang, ini hobi kami,” ujarnya.

Meski Ferrari menjadi pabrikan pertama yang mengadopsi CarPlay generasi awal, perusahaan belum menyatakan komitmen resmi terhadap CarPlay Ultra. Namun dari desain interior Luce yang diperlihatkan sejauh ini, nuansa Apple terasa begitu kuat.

Ferrari sendiri belum mengonfirmasi detail teknis Luce maupun tanggal peluncuran Mei yang ramai dibicarakan. Apakah Luce akan menjadi awal dari lini EV Ferrari berikutnya juga masih menjadi tanda tanya.

Bagi Jony Ive, proyek ini meninggalkan dua hasil. “Di akhir proyek, selalu ada dua produk. Apa yang kamu buat, dan apa yang kamu pelajari,” katanya. “Saya selalu terpesona dengan apa yang kita pelajari, dan sejujurnya, kami belajar sangat banyak.”