Jawa Barat Siapkan Pembelian Radar Cuaca untuk Cekungan Bandung
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana untuk menyediakan hibah radar cuaca kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna meningkatkan pemantauan cuaca di wilayah Cekungan Bandung. Rencana ini diungkapkan Dedi Mulyadi setelah memimpin apel siaga bencana di Gedung Sate, Bandung, pada Rabu, 5 November 2025.
Menurut Dedi, saat ini Jawa Barat belum memiliki radar cuaca sendiri, sehingga pembelian radar tersebut akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dikelola oleh BMKG. Anggaran untuk pembelian ini bersumber dari realokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
“Kita akan memiliki radar yang dibiayai oleh Pemprov Jabar dan tim teknisnya dari BMKG, sehingga Jabar memiliki kelengkapan dalam membaca seluruh fenomena situasi,” jelas Dedi Mulyadi.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menyatakan bahwa anggaran yang disiapkan untuk radar cuaca berkisar antara Rp 25-30 miliar. Radar ini diharapkan dapat meng-cover area Cekungan Bandung yang saat ini belum terjangkau oleh radar yang ada.
“Pemprov Jawa Barat akan menghibahkan radar untuk meng-cover Cekungan Bandung,” ungkap Teguh Rahayu.
Saat ini, pemantauan cuaca di wilayah Jawa Barat mengandalkan radar yang terletak di Jalan Tol Cipularang KM88 dan radar di Tangerang. Radar di KM88 baru-baru ini diperoleh dari hibah Kementerian PUPR. Namun, Teguh menyebutkan bahwa kedua radar tersebut tidak mencakup seluruh area Cekungan Bandung.
“Radar yang meng-cover kita itu dari Tangerang dan dari KM88, saat ini, makanya Pak Gubernur meminta ada radar untuk Cekungan Bandung,” lanjut Teguh Rahayu.
Selama ini, analisis cuaca untuk mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Cekungan Bandung dilakukan dengan mengandalkan data manual. “Ini untuk merapatkan lagi. Sekarang juga sudah akurat, jarang sekali meleset. Hanya saja kami ingin lebih cepat dalam mengeluarkan peringatan dini,” kata Teguh.
BMKG berencana menempatkan radar cuaca yang dibiayai oleh Pemerintah Jawa Barat di kawasan Jatinangor, Sumedang. Pemilihan lokasi ini disebabkan oleh area yang relatif bebas dari halangan, sehingga radar dapat berfungsi dengan optimal.
“Kalau memasang radar harus clear obstacle dan sebagainya, tapi tetap bisa meng-cover Cekungan Bandung,” jelas Teguh, menekankan pentingnya survei lokasi untuk memastikan cakupan radar yang optimal.
Kehadiran radar tambahan ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini cuaca di Jawa Barat, sehingga prakiraan cuaca dapat dilakukan dengan lebih akurat dan efisien.




