Jungkook BTS Buka Suara Tentang Tekanan dan Frustrasi Sebagai Idola
Sumber Foto: Jawa Pos
Hiburan

Jungkook BTS Buka Suara Tentang Tekanan dan Frustrasi Sebagai Idola

JawaPos.com - Jungkook BTS baru-baru ini melakukan siaran langsung dengan minum-minum larut malam, di sana ia berbicara terus terang tentang bagaimana sulitnya menjadi seorang idola.

Diketahui sebagai seorang perokok, Jungkook BTS mengungkap berhenti merokok dan melampiaskan frustasi tentang batasan agensi.

Ungkapan yang jujur dari Jungkook BTS yang spontan, serta jarang terjadi dari salah satu bintang global K-pop yang paling ketat dalam setiap geraknya.

Penyanyi tersebut melakukan siaran langsung sekitar pukul 3.30 pagi waktu setempat pada hari Kamis (26/2), dan mengobrol dengan penggemar selama kurang lebih 90 menit.

Dia mengatakan, bahwa dirinya sedang minum-minum dengan seorang teman dekat yang saat ini tinggal bersamanya dan kakak laki-lakinya, dalam siaran tersebut Jungkook tampak lebih santai dan terbuka daripada dalam siaran idola pada umumnya.

Sempat beberapa kali tertangkap kamera sedang merokok, saat siaran langsung Jungkook mengungkapkan bahwa ia telah berhenti merokok.

“Dulu aku sering merokok. Tapi aku benar-benar berusaha keras dan berhasil berhenti (merokok),” katanya.

“Begitu aku mengatakan ini, perusahaan akan membuat keributan lagi,” merujuk pada agensinya, BigHit Music yang merupakan bagian dari HYBE, perusahaan hiburan di balik tumbuhnya BTS.

Pada suatu momen, ia secara terbuka mengungkapkan kekesalannya tentang batasan-batasan yang ia rasakan sebagai seorang idola.

“Aku bahkan tidak tahu apa yang kubicarakan. Ini membuat frustasi. Aku kesal. Aku akan hidup sesuai keinginanku,” katanya.

“Aku hanya ingin bahagia. Aku tahu aku tidak bisa. Berapa banyak orang yang bisa jujur dengan dunia? Aku ingin jujur dengan ARMY (nama penggemar BTS), dan jika bukan karena perusahaan (memberi batasan), aku pasti sudah menceritakan semuanya.”

Siaran langsung itu juga menarik perhatian karena Jungkook membuat gestur di depan kamera. "Aku bahkan tidak bisa menunjukkan jari tengah di depan ARMY."