Kebakaran Gedung Pemancar Indosat di Semarang Ganggu Sinyal di Jateng-DIY
Kebakaran yang terjadi di gedung pemancar Indosat di Semarang pada Senin (1/1) diduga disebabkan oleh suhu tinggi akibat overload penggunaan di ruang tenaga baterai. Insiden ini mengakibatkan gangguan pada sinyal Indosat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Ali Santoso, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di ruang baterai tower. "Kami mencari sumber utama kebakaran, yang berdasarkan keterangan saksi, berasal dari ruang baterai yang mengalami kepanasan berlebih," ujarnya.
Di lokasi kejadian, polisi telah memasang garis untuk kepentingan penyelidikan. Tim dari Indosat juga turut menjaga dan memeriksa area tersebut untuk memastikan keamanan.
Akibat kebakaran ini, banyak pengguna Indosat di Semarang mengalami kehilangan sinyal. Salah satu pengguna, Doni, mengungkapkan bahwa ponselnya tidak bisa digunakan selama beberapa waktu. Namun, sekitar tiga jam setelah kejadian, sinyal mulai pulih meskipun belum sepenuhnya normal.
Steve Saerang, Senior Vice President Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, mengonfirmasi bahwa pada pukul 11.50 WIB, sinyal untuk layanan IM3 dan Tri mulai pulih di beberapa daerah. "Kami mengimbau kepada pelanggan yang masih mengalami kendala untuk mencoba kembali secara berkala dan menghubungi pusat pelayanan pelanggan jika masalah berlanjut," katanya.
Steve juga menjelaskan bahwa pihaknya segera mengambil tindakan untuk memastikan keamanan perangkat dan personel setelah kebakaran. Proses identifikasi penyebab kebakaran dan gangguan jaringan masih berlangsung, dan Indosat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.




