Kesulitan Akses Internet Melanda Masyarakat Desa Ketupat di Kecamatan Raas
SUMENEP – Masyarakat Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet selama hampir dua bulan terakhir. Masalah ini disebabkan oleh kerusakan pada mesin pemancar yang belum bisa diperbaiki hingga saat ini.
Sejak jaringan internet hilang, warga Desa Ketupat rutin memenuhi dermaga Pelabuhan Ketupat setiap sore. Selain menikmati pemandangan laut, mereka juga mencari sinyal internet. Akses jaringan internet di desa ini hanya dapat ditemukan di pelabuhan, yang berjarak lebih dekat dengan Pulau Sapudi, tempat pemancar yang masih berfungsi. Namun, meskipun ada sinyal dari pulau tersebut, kualitasnya sangat buruk.
Di era digital saat ini, jaringan internet menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Berbagai sektor, termasuk perdagangan, komunikasi, informasi, pendidikan, dan perkuliahan, sangat bergantung pada akses internet. Hal ini juga dirasakan oleh warga Desa Ketupat.
Dilla Fadila, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia asal Desa Ketupat, mengaku kesulitan dalam melaksanakan perkuliahan daring akibat hilangnya akses internet. Dia mengisahkan pengalaman sulitnya mengirim tugas kuliah, yang mengharuskannya pergi ke pelabuhan berulang kali. "Pernah suatu kali ketika saya mau mengirim tugas kuliah, sudah jauh-jauh ke pelabuhan ternyata file tugasnya belum tersalin ke handphone. Akhirnya saya kembali ke rumah dan ke Pelabuhan lagi," ujarnya.
Busairi, Sekretaris Desa Ketupat, menyatakan bahwa pihak pemerintah desa telah mengadukan permasalahan ini kepada penyedia layanan internet, namun hingga kini belum ada tindakan perbaikan. Dia menekankan pentingnya akses internet bagi masyarakat untuk berbagai kebutuhan seperti komunikasi, informasi, dan pendidikan.
"Masyarakat sangat membutuhkan jaringan internet untuk berbagai kebutuhan, seperti komunikasi dan informasi melalui media sosial untuk keperluan perdagangan, perkuliahan, silaturahmi, dan sebagainya. Hal tersebut terlihat dari membludaknya masyarakat yang memenuhi pelabuhan untuk mencari sinyal. Pada masa ini semua serba digital. Kami juga perlu memiliki fasilitas itu," ungkap Busairi.
Dia berharap agar pihak penyedia layanan internet dan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih untuk menyelesaikan permasalahan ini, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dan menikmati akses internet di tempat tinggal mereka.
Sebelumnya, masyarakat Desa Ketupat dapat menikmati jaringan internet dengan baik dari pemancar yang ada di desa. Namun, kerusakan yang terjadi pada pemancar tersebut telah berdampak signifikan pada kehidupan digital masyarakat.




