Kreativitas UMKM Gen Z untuk Bertahan di Tengah Banjir
Sumber Foto: RRI.co.id
Ekonomi

Kreativitas UMKM Gen Z untuk Bertahan di Tengah Banjir

RRI.CO.ID, Sibolga - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah telah mengganggu aktivitas ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, pelaku UMKM muda dari kalangan Gen Z menunjukkan kreativitas dalam menghadapi situasi sulit, sementara para konsumen turut berperan sebagai bagian dari upaya pemulihan. Pelaku UMKM Gen Z ini beradaptasi dengan situasi dan kondisi sertausaha makana berInovasi.

Pemilik usaha makanan ringan "Donat enak", Aprita, di Sibuluan - Tapanuli Tengah, mengaku aktivitas usahanya terganggu setelah gudang penyimpanan bahan baku terendam air.

"Saat banjir datang, sekitar 60% stok kami hancur. Awalnya saya merasa putus asa, tapi saya berpikir tidak bisa hanya diam," ujarnya dalam acara Santai Siang di Pro2 RRI Sibolga, Rabu, 18 Februari 2026.

Untuk mengatasi kendala, Aprita bersama rekan kerjanya yang juga Gen Z meluncurkan program pesanan online dengan sistem antar langsung ke lokasi konsumen yang aman.

"Kita memanfaatkan media sosial untuk tetap menjangkau pelanggan. Bahkan, kami juga memberikan diskon khusus dan berbagi untuk keluarga yang terkena dampak banjir," tambahnya.

Selain itu, Aprita bekerja sama dengan beberapa UMKM Gen Z lainnya untuk membentuk kelompok kerja sama, berbagi informasi tentang zona aman untuk beroperasi dan cara mendapatkan bahan baku yang masih tersedia di tengah kondisi darurat.

Rizky Ardian, pekerja freelance mengaku memeberikan dukungan nyata sengaja mencari dan membeli produk dari UMKM lokal yang terkena dampak bencana.

Ia juga mengaku telah berbagi informasi tentang UMKM yang masih beroperasi melalui grup WhatsApp dan media sosial agar lebih banyak orang bisa membantu.

Rizky juga berharap, pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan bantuan yang lebih cepat dan tepat sasaran untuk UMKM lokal, seperti bantuan bahan baku atau akses pembiayaan dengan bunga rendah.

"Kita ketahui UMKM tulang punggung ekonomi lokal, maka penting bagi kita semua untuk menjaga mereka tetap bertahan," tutupnya.