Mahasiswi UNIDA Nafisah Deviyanti Sabet Juara 2 OSCAR Nasional
Sumber Foto: Universitas Djuanda
Olahraga

Mahasiswi UNIDA Nafisah Deviyanti Sabet Juara 2 OSCAR Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA). Nafisah Deviyanti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Mahasiswa Olympiade Science and Research Indonesia (OSCAR) pada bidang Fisika tingkat nasional.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Garuda Science Muda dan dilaksanakan secara daring (online) pada, 18 Januari 2026 dengan pusat kegiatan berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Olimpiade ini diikuti oleh peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dilaksanakan secara individu dengan sistem pengawasan selama perlombaan.

Dekan FAIPG UNIDA Dr. Zahra Khusnul Latifah, M.Pd.I menyampaikan apresiasi positif atas prestasi yang diraih, ini memberikan bukti nyata bahwa mahasiswa FAIPG UNIDA mampu bersaing di tingkat nasional dalam kompetisi sains dan riset, serta menjadi wahana bagi generasi muda untuk menunjukkan kompetensi akademik mereka di luar perkuliahan.

“Selamat atas prestasi gemilang yang diraih. Semoga kesuksesan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan,” ujar Dekan FAIPG UNIDA.

Diwawancari tim humas UNIDA pada, (28/01/2026) Nafisah Deviyanti menceritakan Ketertarikannya mengikuti ajang OSCAR. Ia menuturkan berawal dari pengalaman prestasi yang pernah diraih pada semester sebelumnya membuatnya ingin mencoba lomba bergengsi lainnya. Selain itu, latar belakang pendidikannya sebagai lulusan SMK yang tidak memperoleh mata pelajaran fisika secara formal justru menjadi tantangan tersendiri.

“Belajar fisika baru saya mulai saat mengikuti kelas persiapan SBMPTN. Dari sana saya banyak berlatih mengerjakan soal-soal fisika dan ingin mengukur sejauh mana kemampuan yang sudah saya pelajari. Alhamdulillah, hasilnya membuahkan prestasi,” ujar Nafisah.

Dalam menghadapi kompetisi tersebut, Nafisah melakukan persiapan secara mandiri dengan memanfaatkan buku-buku soal yang dimilikinya, khususnya soal dan pembahasan dari lomba-lomba sebelumnya. Persiapan ini dijalani bersamaan dengan agenda akademik perkuliahan dan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Tantangan terbesar selama lomba adalah manajemen waktu karena lomba dilakukan secara online dengan pengawasan. Selain berpacu dengan waktu, kendala sinyal juga menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Nafisah, soal tersulit dalam lomba adalah soal-soal yang tidak secara langsung menyajikan angka, melainkan menuntut pemahaman konsep dan perhitungan numerik hingga memperoleh hasil akhir, sehingga memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama.

Berkat kegigihannya dalam belajar keberhasilan meraih Juara 2 disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur karena usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Prestasi ini menjadi bukti bahwa saya mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nafisah menyampaikan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mengikuti berbagai kompetisi akademik lainnya selama masih diberikan kesempatan dan kesehatan. Ia berharap pencapaian ini dapat mengubah pandangan bahwa mahasiswa PGSD juga mampu berprestasi dalam lomba akademik tingkat nasional.

“Harapan saya ke depan adalah terus mau belajar, berani mencoba hal baru, dan tidak mudah merasa puas. Semoga prestasi ini juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FAIPG UNIDA lainnya untuk terus berprestasi,” pungkasnya.