Malaysia Meningkatkan Kemampuan Radar Pertahanan di Pesisir Timur Menghadapi Ancaman Laut Cina Selatan
Sumber Foto: Indomiliter.com
Pantau Radar

Malaysia Meningkatkan Kemampuan Radar Pertahanan di Pesisir Timur Menghadapi Ancaman Laut Cina Selatan

Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Indonesia, diperkirakan akan terdampak jika terjadi konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Cina. Dalam upaya mengantisipasi potensi ancaman, militer Malaysia mulai mengoptimalkan sistem radar pertahanan udara dan peringatan dini di wilayah pesisir timur, khususnya di Negara Bagian Sabah dan Sarawak yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Sejak 18 Maret 2020, Angkatan Udara Malaysia (AU Malaysia) telah memulai program peningkatan fasilitas radar pertahanan udara di Sarawak. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat Sistem Pertahanan Udara Nasional (SPUN) dengan menambah radar baru, termasuk unit radar Thales GM403 yang akan melengkapi radar yang telah ada di kota Labuan dan Samarahan.

Radar Thales GM403, yang merupakan produk dari perusahaan asal Perancis, menawarkan kemampuan deteksi yang canggih. Radar ini memiliki teknologi digital penuh dengan kemampuan pengukuran tiga dimensi dalam frekuensi S-band. Secara umum, radar ini dapat mendeteksi berbagai jenis sasaran dengan akurasi yang tinggi, mampu mengidentifikasi sasaran dari jarak hingga 390 km dan mendeteksi sasaran secara instrumen hingga jarak 470 km.

Kemampuan operasional radar ini didukung oleh kecepatan rotasi antena sebesar 6 rotasi per menit dan ketinggian deteksi yang mencapai 30.500 meter dengan elevasi antena 20 derajat. Selain itu, Thales GM403 dilengkapi dengan fitur Electronic Counter-CounterMeasures (ECCM) dan deteksi peluru kendali taktis.

Radar ini dirancang untuk mobilitas yang tinggi, dapat dipindahkan dengan menggunakan kontainer berukuran 20 kaki dan diangkut dengan truk trailer 6x6 atau 8x8. Paket kontainer yang beratnya mencapai 10 ton ini juga dapat diangkut oleh pesawat kargo sekelas C-130 Hercules. Untuk operasional sehari-hari, radar ini hanya memerlukan empat personel, sementara proses pemindahan ke lokasi baru dapat dilakukan dalam waktu satu jam dengan melibatkan enam personel.