Olimpiade Musim Dingin 2026 Resmi Dimulai di Milan dan Cortina d'Ampezzo
Olimpiade Musim Dingin 2026 resmi dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan upacara pembukaan yang berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Italia. Ajang olahraga musim dingin internasional ini diselenggarakan di dua kota utama, yakni Milan dan Cortina d’Ampezzo, serta tersebar di beberapa wilayah Italia Utara hingga 22 Februari 2026.
Perhelatan edisi ke-25 ini mengusung tema “Harmony” yang menonjolkan perpaduan budaya dan olahraga. Sebanyak 2.900 atlet dari 92 negara dijadwalkan bersaing dalam 16 disiplin olahraga yang terbagi dalam berbagai klaster pertandingan di area seluas 22 ribu kilometer persegi.
Lokasi Penyelenggaraan di Dua Kota Utama
Olimpiade Musim Dingin 2026 mencatatkan sejarah sebagai edisi pertama yang secara resmi menggunakan dua nama kota dalam identitas globalnya. Berdasarkan informasi yang diumumkan, Milan berfungsi sebagai pusat kegiatan perkotaan dan venue olahraga indoor, sementara Cortina d’Ampezzo menjadi lokasi utama cabang olahraga berbasis alam di Pegunungan Alpen.
Selain dua kota utama tersebut, pertandingan juga tersebar di delapan lokasi lain di Italia Utara, termasuk Valtellina (Livigno dan Bormio), Antholz/Anterselva, Predazzo, dan Val di Fiemme. Jarak antara Milan dan Cortina d’Ampezzo sendiri mencapai sekitar 400 kilometer, yang dihubungkan melalui sistem transportasi khusus untuk atlet dan ofisial.
Keputusan penggunaan multi-kota ini mengacu pada kebijakan efisiensi biaya dan keberlanjutan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Sekitar 90 persen arena yang digunakan merupakan fasilitas yang sudah tersedia atau bersifat sementara untuk meminimalkan pembangunan infrastruktur baru berskala besar.
Daftar Cabang Olahraga dan Klaster Pertandingan
Olimpiade kali ini mempertandingkan 16 cabang olahraga dengan lokasi yang terbagi berdasarkan karakteristik fasilitasnya. Berikut adalah pembagian cabang olahraga dan lokasi pertandingannya:
Milan: Menjadi lokasi pembukaan (Stadion San Siro), hoki es (Milano Rho dan Milano Santagiulia), seluncur indah (Milano Ice Skating Arena), seluncur cepat lintasan pendek, dan seluncur cepat.
Cortina d’Ampezzo: Lokasi untuk ski alpine (wanita), bobsleigh, luge, skeleton, dan curling.
Bormio (Valtellina): Ski alpine (pria) di Pusat Ski Stelvio dan debut cabang olahraga baru, ski mountaineering.
Livigno (Valtellina): Ski gaya bebas dan snowboard di Livigno Snow Park.
Val di Fiemme (Predazzo dan Tesero): Lompat ski, ski lintas alam, dan nordic combined.
Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung di Verona Olympic Arena setelah seluruh kompetisi berakhir pada 22 Februari 2026.
Partisipasi Negara ASEAN dan Alasan Absennya Indonesia
Meskipun diikuti oleh ribuan atlet dari berbagai belahan dunia, Indonesia dipastikan tidak ambil bagian dalam Olimpiade Musim Dingin 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendala utama ketidakhadiran Indonesia berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang olahraga musim dingin.
Mantan Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf, memberikan keterangan terkait kondisi tersebut. “Jadi apakah bisa lolos seleksi, ini bukan soal atlet kita yang sebenarnya sudah hebat-hebat. Tapi, ini soal sarana dan prasarana yang belum memadai untuk olahraga musim dingin,” jelasnya.
Meski Indonesia absen, terdapat empat negara dari kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang mengirimkan atletnya untuk berpartisipasi, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Inovasi dan Keunikan Milano-Cortina 2026
Olimpiade Musim Dingin 2026 memperkenalkan beberapa elemen baru dalam sejarah penyelenggaraannya. Untuk pertama kalinya, dua tungku api Olimpiade akan dinyalakan secara bersamaan di dua lokasi berbeda, yakni Arco della Pace di Milan dan Piazza Dibona di Cortina d’Ampezzo.
Dari sisi inklusivitas, edisi ini mencatatkan persentase keterlibatan perempuan tertinggi sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin, yakni mencapai lebih dari 47 persen. Selain itu, cabang olahraga ski mountaineering atau skimo resmi memulai debutnya dalam ajang ini.
Identitas visual ajang ini diwakili oleh dua musang bernama Tina dan Milo sebagai maskot resmi. Sementara itu, desain medali menggunakan konsep geometris minimalis yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Istituto Poligrafico e Zecca dello Stato untuk melambangkan transformasi berkelanjutan.




