Pasar Murah Kemendag Hadirkan Bahan Pokok Terjangkau Menyambut Ramadan
Sumber Foto: Halo Semarang
Ekonomi

Pasar Murah Kemendag Hadirkan Bahan Pokok Terjangkau Menyambut Ramadan

HALO SEMARANG – Menteri Perdagangan Budi Santoso, membuka pasar murah menyambut Ramadan 2026, di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, (18/2/2026).

Pasar murah yang diinisiasi koperasi pegawai Kemendag, yaitu Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera ini berlangsung pada 18—20 Februari 2026.

“Hingga tiga hari ke depan, Kemendag menggelar pasar murah, menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain membantu menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau, pasar murah menjadi ajang promosi produk-produk UMKM kepada masyarakat,” kata Mendag, dalam siaran pers yang disampaikan melalui kemendag.go.id.

Mendag berharap, pasar murah dapat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Semoga selama Ramadan, pasokan tetap terjaga dan harga stabil sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya.

Melalui inisiatif mandiri tanpa menggunakan anggaran APBN, Pasar murah Kemendag menghadirkan berbagai pangan lokal dan barang konsumsi harian dengan harga lebih terjangkau untuk pegawai dan masyarakat sekitar. Sebanyak 75 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut berpartisipasi di pasar murah ini.

Lebih lanjut, Mendag menekankan pentingnya mengelola koperasi pegawai secara profesional agar mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh anggota.

“Koperasi harus dikelola secara profesional, baik, dan transparan,” tutur Mendag.

Sekretaris Jenderal Kemendag, sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, Isy Karim, menekankan, penyelenggaraan pasar murah tahun ini tidak menggunakan anggaran APBN, melainkan hasil inisiatif dan kolaborasi internal koperasi.

Ia berharap, pasar murah Kemendag juga dapat rutin dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar.

“Mudah-mudahan bisa kami lanjutkan di tahun berikutnya, dan saya kira bisa lebih besar lagi,” tutur Isy.

Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera berdiri sejak 1978 dan saat ini memiliki 1.210 anggota atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag.

Salah satu pengunjung pasar murah, Endang, dari Pejambon, menemukan beberapa komoditas menarik seperti minyak goreng dan pakaian. Ia berharap pasar murah Kemendag dapat memperbanyak jenis sembako dengan harga yang lebih terjangkau.

Selanjutnya, salah satu pengunjung sekaligus pegawai Kemendag, Tasya, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pasar murah Kemendag.

Ia menilai, kegiatan ini dapat mendukung UMKM serta mempermudah pegawai dan masyarakat memperoleh pangan lokal dari berbagai daerah.

“Sebagai anak rantau, saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Saya tidak perlu berbelanja jauh ataupun daring karena lokasinya dekat dan pilihannya cukup lengkap. Semoga pasar murah seperti ini dapat diadakan secara rutin karena memudahkan para perantau dalam mendapatkan berbagai makanan khas,” kata Tasya.

Harga Bahan Pokok

Mendag memaparkan, pemerintah terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok, melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.

Masyarakat dapat mengakses sistem ini melalui tautan https://sp2kp.kemendag.go.id/.

Berdasarkan data SP2KP per 13 Februari 2026, secara rata-rata nasional harga sejumlah komoditas relatif terkendali menjelang Ramadan.

Beberapa di antaranya, yaitu daging sapi sebesar Rp133.618/kg dan bawang putih Rp36.875/kg.

Sementara itu, harga Minyakita secara nasional tercatat Rp16.020/liter. Angka tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang ada di kisaran Rp16.800/liter meskipun masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700/liter.

Mendag menyampaikan, tren penurunan ini merupakan sinyal positif pascaterbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

“Minyakita hari ini harganya Rp16.020/liter, HET-nya Rp15.700/liter. Sebelum Permendag Nomor 43 Tahun 2025 terbit, rata-rata harganya Rp16.800. Sekarang sudah mengalami penurunan,” ujar Mendag .

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang secara rata-rata nasional relatif tinggi di atas harga acuan (HA), seperti daging ayam ras Rp40.259/kg (HA Rp40.000/kg) dan telur ayam ras Rp30.570/kg (HA Rp30.000/kg).

Meski demikian, pemerintah memastikan akan terus memantau dan berkoordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi.

“Kami bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan cukup dan distribusi berjalan lancar. Jika ada kenaikan harga di wilayah tertentu, kami telusuri penyebabnya, baik karena distribusi maupun peningkatan permintaan,” tegas Mendag.

Terkait kenaikan harga cabai rawit, Mendag menjelaskan, pemerintah telah berkoordinasi dengan asosiasi petani.

Menurutnya, faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi, menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi relatif tersedia.

“Kami telah berkoordinasi dengan asosiasi petani. Secara produksi, ketersediaan sebenarnya mencukupi. Namun, curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus menyebabkan distribusi terganggu sehingga berdampak pada pergerakan harga. Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan pasokan kembali lancar,” kata Mendag. (HS-08)

Post Views: 14

More From: Nasional

Pastikan Diskon Tiket Pesawat hingga 20 Persen, Menhub Cek Langsung ke Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

18 Maret 2026, 6:58 am

Mudik Gratis Kemenag 2026 Berangkatkan 700 Pemudik ke Jawa dan Sumatra

18 Maret 2026, 6:57 am

Jelang Lebaran, 97.122 Guru Binaan Kemenag Lolos Sertifikasi

18 Maret 2026, 6:55 am

Hadiri Buka Puasa dan Tarawih Bersama PCNU Jepara, Bupati Jawab Keluhan Warga Soal Lampu Jalan dan Marka Hilang

17 Maret 2026, 11:55 am

Bupati Jepara Targetkan Daycare di Perusahaan Terealisasi Tahun Ini

17 Maret 2026, 11:54 am

Jelang Hari Raya Nyepi, Kemenhub Sesuaikan Operasional Transportasi di Bali

17 Maret 2026, 6:49 am