PBSI Kirim Atlet Ganda Putri pada Empat Turnamen Tur Eropa 2026
KOMPAS.com - Agenda BWF World Tour 2026 memasuki Tur Eropa mulai awal pekan depan. Turnamen paling tua nan sakral, All England, termasuk di dalamnya.
Total empat turnamen berlangsung selama sebulan ke depan, dimulai dari 24 Februari hingga 22 Maret. Ada German Open 2026, All England 2026, Swiss Open 2026, dan Orleans Masters 2026.
Indonesia melalui PBSI telah mendaftarkan atlet-atletnya ke Tur Eropa, dengan perincian dua wakil ke German Open, kemudian All England (13 wakil), Swiss Open (16), dan Orleans Masters (13).
German Open 2026 yang masuk kategori BWF World Tour level Super 300 berlangsung di Westenergie Sporthalle, Mullheim an der Ruhr, pada Selasa (24/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026).
Berikutnya, Tur Eropa bergeser ke All England 2026 (level Super 1000) yang diselenggarakan di Birmingham Arena pada 3-8 Maret mendatang.
Selepas All England, Tur Eropa berlanjut ke Swiss Open (level Super 300) di Basel, 10-15 Maret, dan Orleans Masters (level Super 300) di Perancis, 17-22 Maret.
Ganda Putri Paling Sibuk
Satu fakta menarik muncul dari Tur Eropa berkaitan dengan wakil Indonesia. Hanya sektor ganda putri yang selalu didaftarkan oleh PBSI.
Adapun ganda putri yang dikirim PBSI ke Tur Eropa terdiri dari lima pasangan, yaitu Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu.
Kemudian Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnari Nastine.
Lihat Foto
Khusus Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti bahkan menjalani maraton empat negara mulai dari German Open hingga Orleans Masters.
Kejar Setoran di Ranking Dunia BWF
Landasan PBSI menerapkan kebijakan ini kemungkinan besar adalah ingin kejar setoran melambungkan peringkat para atlet ganda putri di ranking dunia BWF.
Sebagian besar turnamen di Tur Eropa, tepatnya tiga, berstatus BWF World Tour level Super 300, sehingga peluang melangkah jauh sampai juara sangat terbuka.
Persaingan di level Super 300 relatif seimbang lantaran pasangan ganda putri top dunia jarang berpartisipasi.




