Pembangunan Command Center di Tarakan Terkendala Pemasangan Peralatan
TARAKAN - Proyek pembangunan command center di Kota Tarakan yang bertujuan untuk memantau aktivitas masyarakat di jalan-jalan utama hingga saat ini belum sepenuhnya terlaksana. Meskipun gedung untuk command center sudah selesai dibangun, pemerintah masih menghadapi kendala dalam pemasangan panel yang diperlukan untuk operasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Tarakan, Hendra Arfandi, mengungkapkan bahwa pembangunan secara fisik telah dilakukan, termasuk penyediaan ruang dan penampilan. Namun, masalah muncul terkait peralatan, khususnya panel layar yang belum memenuhi standar yang ditetapkan.
"Sebenarnya, kami berupaya untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya, tetapi saat ini kami masih menghadapi kendala pada layar yang belum sesuai standar," jelas Hendra, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Tarakan.
Setelah pembangunan command center selesai, fasilitas ini direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk panel video konferensi, sistem pengaduan layanan, pemantauan lalu lintas, dan pemantauan tingkat kriminalitas. Dengan pemasangan CCTV di berbagai sudut kota, command center diharapkan dapat meningkatkan pemantauan terhadap keamanan masyarakat.
Hendra menjelaskan, jika ada laporan dari masyarakat melalui command center, informasi tersebut dapat disampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melalui sistem e-lapor, sehingga integrasi semua layanan dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Saat ini, command center di Tarakan telah dibentuk sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dipimpin oleh seorang kepala UPT. Anggota tim ini terdiri dari berbagai stakeholder, termasuk kepolisian dan dinas perhubungan, yang berperan dalam penanganan pelanggaran di masyarakat.
"Kami masih dalam proses menyiapkan perangkat yang diperlukan. Ketika semua perangkat sudah siap dan memenuhi standar, command center dapat berfungsi secara efektif. Kami juga akan menerapkan sistem manajemen dan prosedur operasional standar (SOP) yang diperlukan dari instansi terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan," tambah Hendra.
Walaupun pembangunan fisik command center telah selesai, kendala utama terletak pada panel yang belum terpasang. Pemkot Tarakan sebelumnya telah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk proyek ini. Namun, dengan terbatasnya anggaran, pemerintah berusaha memanfaatkan sumber daya yang ada.
"Saat ini, kami hanya menyelesaikan fisik ruangan. Panel tampilan layarnya masih dalam proses pengadaan. Setelah itu, kami akan melanjutkan dengan instalasi aplikasi untuk operasi secara soft. Kami berharap, pertengahan tahun ini semua dapat terwujud," tutup Hendra.




