Pembangunan Jembatan Talunbrak Capai 86 Persen, Fokus pada Finishing
Tinggal Pengerjaan Akses Jalan dan Tahap Finishing
KABUPATEN – Pengerjaan kerangka utama jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, tuntas dikerjakan. Kini para pekerja proyek senilai Rp 13,5 miliar tersebut fokus pada pemasangan pelat jembatan kemudian dilanjutkan finishing.
Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya optimistis jika pengerjaan rehabilitasi jembatan Talunbrak selesai lebih awal dari rencana semula. Hal itu tak lepas dari progres pengerjaan proyek strategis daerah yang cukup bagus belakangan ini. ’’Bahkan, sekarang untuk pengerjaan kerangka utama jembatan sudah selesai,’’ ungkapnya, kemarin.
Menurutnya, kerangka baja yang sebelumnya digeber menggunakan bantuan crane, kini sudah terpasang dan tersambung sepanjang 60 meter, dengan lebar 6 meter. Kondisi itu membuat perkembangan pengerjaan menjadi lebih dari 86 persen dari target 77 persen per, Senin (4/9) lalu. ’’Artinya, kalau saat ini sudah lebih dari itu. Para pekerja bahkan sudah fokus pengerjaan pelat jembatan. Trennya sangat positif,’’ tegasnya.
Selain tengah menggeber pemasangan pelat pada konstruksi jembatan, para pekerja dari CV Sekar Arum selanjutnya fokus pada pengerjaan akses jalan dan tahap finishing. Pengawasan melekat turut dilakukan di lapangan. Selain memastikan pengerjaan tepat waktu, juga dipastikan tepat mutu dan tepat biaya.
Hal itu sejalan dengan prinsip 5T (tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, dan tertib administrasi). Jembatan baru ini konstruksinya menggunakan tiang pancang sedalam 22 meter. Dilindungi sheet pile sepanjang 15 meter untuk menjaga fondasi dari gerusan air sungai.
Sheet pile adalah material konstruksi berupa pelat atau lembaran yang ditanam secara vertikal untuk membentuk dinding penahan tanah. ’’Kekuatan konstruksi kita sesuaikan dengan standar jalan kabupaten. Jadi, kendaraan yang bisa melintas di jalur ini nantinya dapat melalui jembatan dengan aman,’’ jelasnya.
Dia menegaskan, keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital lantaran menjadi penghubung antarkabupaten. Yakni, penyambung Dusun Talun, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dengan Dusun Karangpilang, Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. ’’Harapannya, jembatan ini nantinya bisa memperlancar roda perekonomian warga, akses pendidikan, kesehatan, hingga pertanian. Otomatis memberikan multiefek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ pungkas Henri.




