Penganiayaan di Polres Nunukan: Kapolres Diduga Marah Akibat Kinerja Anak Buah yang Buruk
Sumber Foto: Suara.com
Sinyal Peristiwa

Penganiayaan di Polres Nunukan: Kapolres Diduga Marah Akibat Kinerja Anak Buah yang Buruk

Peristiwa penganiayaan yang melibatkan Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar, terhadap anak buahnya, Brigadir SL, menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Kombes Budi Rachmad, mengungkapkan bahwa penganiayaan tersebut dipicu oleh kinerja Brigadir SL yang dianggap tidak memadai.

Kombes Budi menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Kamis, 21 Oktober 2023, ketika Kapolres Nunukan sedang mengikuti acara puncak Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) melalui zoom meeting dengan Mabes Polri dan Polda Kaltara. Pada saat itu, Brigadir SL yang bertugas di Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Nunukan tidak dapat dihubungi.

“Saat gangguan jaringan zoom meeting, Brigadir SL tidak ada. Ditelepon tidak diangkat,” ujar Kombes Budi, menjelaskan latar belakang kemarahan Kapolres yang berujung pada tindakan penganiayaan.

Setelah kejadian tersebut, Brigadir SL mengunggah rekaman video peristiwa pemukulan tersebut ke grup TIK Polda Kaltara dan grup letting bintara, yang kemudian viral di media sosial. Tindakan ini mengundang perhatian dan reaksi dari berbagai pihak.

Atas peristiwa ini, Polda Kaltara tidak hanya memproses Kapolres Nunukan, tetapi juga Brigadir SL yang akan dikenakan sanksi pelanggaran kode etik. Kombes Budi menegaskan bahwa proses ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah lanjutan, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono, telah menerbitkan surat keputusan untuk memberhentikan AKBP Syaiful Anwar dari jabatannya sebagai Kapolres Nunukan sebagai bentuk sanksi berat atas tindakan yang dilakukan.