Perbaikan Darurat Jalan Poros Mentaya Hulu Capai 80 Persen
Sumber Foto: Jawa Pos
Radar Utama

Perbaikan Darurat Jalan Poros Mentaya Hulu Capai 80 Persen

radarsampit.jawapos.com- Setahun terakhir, jalan poros di utara Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya di Mentaya Hulu jadi lintasan lumpur. Setiap musim hujan, badan jalan tak beraspal itu jadi licin, berlubang, dan tergenang. Akibatnya banyak kendaraan terjebak dan sering dikeluhkan warga.

Belakangan ini, seiring mulai berkurangnya itensitas hujan di wilayah Kotim, jalan poros itu nampak mengering. Selain itu beberapa hari terakhir mulai ada aktivitas alat berat melakukan perbaikan.

Ruas jalan Mentaya Hulu itu merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa seperti Desa Tanjung Jariangau, Bawan, hingga Kuala Kuayan. Jalur ini menjadi nadi distribusi hasil kebun, akses pelajar menuju sekolah, serta satu-satunya jalan menuju layanan kesehatan dan pusat pemerintahan kecamatan. Namun dalam kondisi sebelumnya, jalan sepanjang puluhan kilometer itu rusak berat di banyak titik.

Pantaun di lapangan, sedikitnya terdapat 17 titik kerusakan dengan kategori berat. Ke dalaman kubangan lumpur ada yang sampai setengah meter lebih bahkan di beberapa bagian badan jalan nyaris hilang tertutup lumpur.

Anggota DPRD Kotim Andi Lala mengungkapkan, setelah pihaknya turun meninjau ke lokasi itu beberapa hari lalu, perbaikan langsung dikebut pemerintah. Alat berat diturunkan, material timbunan didatangkan, dan pengerjaan dilakukan tanpa jeda.

Menurutnya, perbaikan darurat ini difokuskan pada titik-titik terparah agar fungsi jalan bisa segera dipulihkan. Menurutnya, pembiaran lebih lama hanya akan memperparah kerusakan dan membahayakan masyarakat.

“Kerusakannya bukan ringan. Ada titik yang setiap hujan langsung putus dan berlumpur. Kalau ini dibiarkan, dampaknya sangat luas, dari ekonomi sampai keselamatan warga,” ujarnya, Kamis (15/1).

Dalam tiga hari pengerjaan disebutkannya, progres perbaikan telah mencapai sekitar 80 persen. Metode yang digunakan meliputi perataan badan jalan, penimbunan material pilihan, serta pemadatan agar permukaan jalan lebih stabil dan tidak mudah hancur saat diguyur hujan. Pengerjaan dimulai dari jalur atas yang sebelumnya menjadi titik terparah, kemudian dilanjutkan ke jalur bawah.

Diungkapkan Andi Lala, sejumlah perusahaan perkebunan di sekitar Mentaya Hulu ikut menyumbangkan alat berat, material timbunan, armada angkutan, hingga tenaga kerja. Pemerintah kecamatan dan kelurahan turut membantu pengaturan lapangan, sementara relawan warga sekitar ikut terlibat dalam pekerjaan pendukung.

“Ini kerja gotong royong. Ada perusahaan yang siapkan material, ada yang turunkan alat, semuanya bergerak. Tanpa itu, perbaikan tidak mungkin secepat ini,” imbuhnya.

Anggota DPRD Kotim lainnya seperti Hendra Sia dan Muhammad Abadi, turut memantau perbaikan jalan tersebut, memastikan titik-titik kerusakan benar-benar tertangani. Pihaknya mengungkapkan, sorotan publik, termasuk kritik tajam di media sosial, turut menjadi pemacu untuk bekerja lebih cepat dan terbuka.

Sebelumnya, keluhan warga terhadap jalan Mentaya Hulu hampir selalu muncul setiap tahun. Warga mencatat, saat kerusakan mencapai puncaknya, waktu tempuh antar desa bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Bahkan, beberapa warga mengaku terpaksa menunda berobat atau mengantar hasil kebun karena akses jalan tidak memungkinkan.

Kini, perubahan mulai terasa. Jalan yang dulu sulit dilalui sudah mulai mengeras dan lebih rata. Kendaraan tidak lagi harus berhenti lama di titik-titik rawan. Meski masih berupa penanganan darurat dan belum diaspal, perbaikan ini memberi napas lega bagi warga setempat.

Andi Lala menegaskan. DPRD Kotim akan mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan jangka panjang agar persoalan kerusakan jalan di Mentaya Hulu tidak terus berulang setiap musim hujan.