Pergerakan Tanah di Cowek, BPBD Pasuruan Lakukan Pemantauan dan Penanganan
Fenomena pergerakan tanah di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, telah berlangsung lebih dari dua pekan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa sebanyak 54 bangunan, termasuk 53 rumah dan satu musala, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah tersebut.
Akibat kondisi ini, 176 warga terpaksa mengungsi ke tiga ruang kelas di SDN Cowek II. Sebagai respons terhadap situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Pada Sabtu, 15 Februari, BPBD bersama pemerintah desa melakukan inspeksi di lokasi untuk memantau kerusakan yang terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa pihaknya menemukan tambahan retakan pada beberapa rumah dan jalan setelah hujan yang terjadi pada Minggu, 9 Februari. Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda pergerakan tanah lebih terlihat di area permukiman yang terdampak, sedangkan kondisi tebing dan pepohonan di sekitarnya masih terlihat stabil.
Meskipun beberapa warga sesekali kembali ke rumah mereka pada pagi dan siang hari untuk merawat ternak dan memantau barang-barang, banyak dari mereka yang memilih untuk tetap mengungsi karena masih merasa khawatir akan keselamatan.
BPBD, bersama aparat kecamatan dan puskesmas, tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan ketersediaan logistik dan layanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak. Sugeng menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai instansi untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang dan meminta masyarakat untuk bersabar serta menjaga situasi tetap kondusif.
Saat ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan juga sedang mengajukan bantuan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur untuk mendukung penanganan situasi ini.




