Peristiwa Isra’ Mi'raj dalam Bulan Rajab: Sebuah Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW
Sumber Foto: Jawa Pos
Sinyal Peristiwa

Peristiwa Isra’ Mi'raj dalam Bulan Rajab: Sebuah Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW

Bulan Rajab, yang tahun ini dimulai pada Sabtu (13/1), dianggap sebagai bulan suci oleh umat Muslim. Di dalam bulan ini, terdapat sebuah peristiwa besar yang dikenal dengan nama Isra’ wal Mi'raj, yang merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Isra’ Mi'raj umumnya dipahami sebagai perjalanan Rasulullah dari Masjid Al Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Palestina, dan dilanjutkan dengan pengangkatan beliau ke langit ketujuh. Meskipun garis besar peristiwa ini mungkin sudah dikenal oleh banyak orang, terdapat banyak detail penting yang terjadi selama perjalanan tersebut.

1. Latar Belakang Peristiwa

Isra’ Mi'raj terjadi pada saat yang sangat emosional bagi Nabi Muhammad SAW, yaitu ketika beliau sedang berduka atas kehilangan istri tercintanya, Sayyidatina Khadija Al Kubra (ra). Pada masa itu, beliau juga mengalami berbagai tekanan dan perlakuan keras dari suku Quraisy, yang merupakan suku asal beliau.

Di tengah kesedihan dan tantangan yang dihadapi, Allah SWT memberikan hadiah yang luar biasa berupa peristiwa Isra’ Mi'raj, yang menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi Rasulullah dan pengikutnya.

2. Perjalanan dari Ka'bah ke Aqsha

Saat tidur di rumah Umm Hani (ra), Rasulullah SAW mengalami pengalaman yang luar biasa. Dalam keadaan tersebut, beliau melihat atap rumahnya terbuka dan malaikat Jibril (as) turun menemuinya. Beberapa ulama menyampaikan bahwa setelah itu, Rasulullah dibawa ke Hijr, yaitu bagian dari Ka'bah.

Di Hijr, peristiwa penting terjadi ketika malaikat Jibril (as) membelah dada Rasulullah dan mencuci hatinya dengan air zam-zam. Setelah membersihkan hati beliau, Jibril (as) mempersembahkan nampan emas yang berisi kebijaksanaan dan keimanan, yang kemudian dituangkan ke dalam dada Rasulullah dan ditutup kembali.

Selanjutnya, Rasulullah SAW diperkenalkan kepada makhluk bernama buraq, yang merupakan hewan yang lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari mule. Buraq ini mampu melangkah sejauh mata memandang, dan menjadi kendaraan bagi Rasulullah dalam perjalanan spiritualnya.

Kesimpulan

Peristiwa Isra’ Mi'raj bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengandung banyak pelajaran bagi umat Muslim. Melalui pengalaman ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan penguatan dan petunjuk dari Allah SWT, yang menjadi landasan bagi perjalanan dakwahnya ke depan.