Polisi Tingkatkan Penanganan Kasus Penganiayaan Kucing di Blora
Sumber Foto: kompas.com
Hukum

Polisi Tingkatkan Penanganan Kasus Penganiayaan Kucing di Blora

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, resmi menaikkan status penanganan dugaan penganiayaan hewan yang terjadi di Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang dinilai cukup untuk menindaklanjuti perkara secara hukum.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan, peningkatan status tersebut menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani kasus yang telah menyita perhatian publik luas.

"Peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup. Prosesnya masih terus berjalan," kata Zaenul di Blora, Sabtu (7/2/2026) dikutip dari Antara.

Mengapa Kasus Ini Menarik Perhatian Publik?

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah sebuah video berdurasi sekitar 11 detik beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seekor kucing diduga ditendang oleh seorang pria hingga akhirnya mati.

Pria itu diketahui berinisial PJ (60), warga Kelurahan Karangjati, Kecamatan dan Kabupaten Blora.

Video tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya para pecinta hewan. Banyak warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan terhadap satwa yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Bagaimana Sikap Keluarga Pemilik Kucing?

Pemilik kucing bernama Firda Latifah Anwar menegaskan bahwa pihak keluarga tidak bersedia menyelesaikan kasus ini melalui jalur damai.

Ia mengungkapkan, terduga pelaku sempat mendatangi rumahnya bersama sang istri, Lurah Karangjati, serta Bhabinkamtibmas pada Selasa (3/2/2026) malam untuk melakukan mediasi.

"Datang membawa parsel buah dan menawarkan mengganti dengan kucing baru. Tapi kami menolak," ujar Firda.

Dalam proses mediasi tersebut, pelaku disebut sempat menawarkan penggantian berupa kucing jenis lain. Namun, keluarga menilai tawaran itu tidak dapat menggantikan kehilangan yang mereka alami.

"Waktu itu bilangnya mau disiapin kucing Persia, tapi dari kami jelas menolak karena itu bukan yang kami inginkan," ucap Firda.

Ia menegaskan bahwa kucing peliharaan mereka bernama Mintel memiliki nilai emosional yang tidak bisa digantikan oleh hewan lain.

"Mau dari pelaku itu bilang nanti ganti kucing Persia, Korea, Jepang, saya pokoknya maunya Mintel. Mintel itu enggak ada sebaliknya," tutur Firda.