PSS Sleman Optimalkan Pemantauan Pemain Cedera Jelang Putaran Ketiga Pegadaian Championship
Jeda kompetisi menjelang kick off putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 dimanfaatkan secara maksimal oleh PSS Sleman. Selain menjaga kondisi tim, periode ini juga menjadi kesempatan bagi tim medis Super Elang Jawa untuk memantau perkembangan pemain yang masih dalam proses pemulihan cedera.
Beberapa pemain PSS Sleman masih menjalani program pemulihan, yang menuntut kerjasama intensif antara tim pelatih dan tim medis agar para pemain dapat kembali ke kondisi terbaik sebelum kompetisi dilanjutkan.
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, memberikan informasi terkini mengenai kondisi pemain yang sedang dalam masa pemulihan. Pernyataan tersebut disampaikan usai sesi latihan di Lapangan Pakembinangun pada Kamis (5/2/2026) sore.
“Ferrel mengalami cedera lutut, Faris sudah agak lama cedera. Aziz juga masih menjalani latihan terpisah,” ujar Huistra.
Di sisi lain, ada kabar positif dari beberapa pemain. Pieter Huistra menyatakan bahwa Nuri Fasya telah kembali berlatih bersama tim utama, menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Latihan bagi pemain yang sedang dalam proses pemulihan juga diperhatikan dengan seksama. Intensitas latihan ditingkatkan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain untuk memastikan pemulihan optimal tanpa risiko cedera ulang.
Frédéric Injaï, pemain bertinggi badan 198 cm, juga menunjukkan perkembangan yang baik. Dia telah beberapa kali mengikuti latihan bersama tim dan dalam kondisi bugar. Huistra menjelaskan bahwa Injaï kini intensif menjalani latihan beban untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.
Manajemen dan tim pelatih PSS Sleman berharap semua pemain yang mengalami cedera dapat segera pulih dan memperkuat tim dalam putaran ketiga yang diprediksi akan berlangsung ketat. Kesiapan fisik dan kedalaman skuad menjadi faktor krusial dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Dengan waktu persiapan yang cukup panjang, PSS Sleman berupaya memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik. Konsistensi performa dan manajemen kebugaran menjadi kunci agar Super Elang Jawa dapat bersaing dan meraih hasil maksimal.




