Risiko dan Kecelakaan di Kawasan IMIP: Tuntutan untuk Perbaikan Keselamatan Kerja
Ledakan tungku smelter di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) baru-baru ini mengungkapkan risiko yang mengancam keselamatan pekerja dan lingkungan. Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan padamnya listrik dan hilangnya sinyal telepon, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai keselamatan di tempat kerja dan tanggung jawab pengelola industri.
Abdul Azis Dumpa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyerukan kepada kepolisian untuk mengambil tindakan hukum terhadap pengelola kawasan industri dan perusahaan yang dianggap lalai dalam memastikan kondisi kerja yang aman. "Kami mendesak agar sanksi pidana diberikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Kami juga meminta Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan atas pelanggaran hak pekerja yang terus berulang," ungkapnya.
Dimas Bagus Arya Saputra, Koordinator KontraS, menambahkan bahwa kebakaran yang melanda Morowali merupakan akibat dari pengabaian terhadap skema kerja yang layak. "Status IMIP sebagai proyek strategis nasional seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan pekerja. Evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini sangat penting agar tragedi serupa tidak terulang," tegasnya.
Lingkar Belajar Buruh juga menekankan perlunya audit independen mengenai keselamatan kerja di IMIP dan industri smelter secara umum. Mereka menyatakan bahwa kecelakaan tidak seharusnya selalu dipandang sebagai kesalahan pekerja. "Harus ada langkah konkret untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja di industri ini," kata perwakilan mereka.
Dengan insiden yang terus berulang, pertanyaan mendasar mengenai bagaimana industri mineral kritis di Indonesia dapat mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan pekerja kembali menjadi sorotan. Tindakan nyata dari semua pihak terkait diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi yang merugikan banyak jiwa.




